Pemkot Dorong Usaha Kuliner Miliki SLHS

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong pelaku usaha kuliner, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), agar segera memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Pemerintah menilai sertifikat tersebut bukan hanya pembuktian kepatuhan terhadap standar kesehatan. Tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen di tengah kompetisi kuliner yang semakin ketat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati mengatakan SLHS memiliki fungsi strategis bagi pelaku usaha. Selain menjadi indikator pengolahan makanan berjalan sesuai prosedur keamanan pangan, sertifikat itu juga memberi nilai tambah terhadap kualitas layanan dan citra usaha.

“Pemenuhan standar yang baik akan membuat usaha semakin dipercaya dan masyarakat pun terlindungi. Ini komitmen yang terus pemerintah ingatkan. Pelaku usaha harus melindungi konsumen dari bahaya atas produk mereka,” ujarnya, Jumat (14/11).

Alwiati mengakui pertumbuhan industri kuliner di Balikpapan terus meningkat setiap tahun. Maka pelaku usaha wajib menyesuaikan diri dengan tuntutan pasar yang semakin memperhatikan aspek higienitas. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya melihat rasa dan harga tapi juga tingkat keamanan makanan yang mereka konsumsi.

“Kita melihat perubahan pola konsumsi masyarakat. Mereka ingin makanan yang enak, tetapi yang paling penting aman. SLHS menjadi bukti pelaku usaha harus serius menjaga kualitas. Jangan sampai malah ditinggal pelanggan,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Alwiati, Pemkot Balikpapan menilai sertifikasi higiene sanitasi juga dapat meningkatkan daya saing usaha lokal. Kepemilikan SLHS bagi pelaku usaha membuat mereka memperoleh peluang besar untuk bekerja sama dengan berbagai pihak. Termasuk perusahaan, instansi pemerintahan maupun penyelenggara kegiatan skala besar.

“Sertifikat ini membuka peluang usaha lebih luas. Banyak instansi mensyaratkan SLHS ketika memilih katering atau penyedia konsumsi. Jadi manfaatnya bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga peningkatan peluang bisnis,” tuturnya lagi.

Alwiati berharap semakin banyak usaha kuliner Balikpapan yang berkomitmen menerapkan higiene sanitasi secara konsisten. Pemerintah menyebut kualitas pangan yang terjaga akan memberikan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat. Sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik terhadap industri kuliner lokal.

“Kalau semua pelaku usaha menerapkan standar dengan baik, kita bisa menghadirkan ekosistem kuliner yang aman, sehat, dan kompetitif. Itu yang ingin kita capai,” pungkasnya. (man)