Balikpapan Tunggu Kelanjutan Proyek Jargas
Balikpapan – Ribuan warga Kota Balikpapan masih menggantungkan harapan pada kelanjutan proyek Jaringan Gas (Jargas) rumah tangga. Fasilitas ini menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi ketergantungan masyarakat terhadap tabung elpiji melon yang sering langka di pasaran.
Pemerintah Kota Balikpapan sebenarnya tidak tinggal diam melihat kebutuhan energi warganya. Melalui Bagian Perekonomian, pemkot telah melayangkan usulan resmi kepada kementerian terkait untuk memperluas jangkauan pipa gas langsung ke dapur warga.
Namun, hingga saat ini, usulan tersebut belum membuahkan jawaban pasti dari Jakarta. Kondisi ini memicu perhatian serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan yang terus mengawal isu ketahanan energi daerah.
Anggota Komisi II, Jafar Sidik, menyebut pihaknya turut memantau perkembangan program strategis ini. Ia menyayangkan lambatnya respons pemerintah pusat terhadap kebutuhan mendesak di kota minyak. Padahal ini masuk kategori kebutuhan mendesak.
“Saya sudah menanyakan hal ini langsung ke bagian perekonomian. Beberapa waktu lalu memang pemerintah daerah sudah mengusulkan ke Kementerian. Tapi hingga kini belum ada respon soal itu dari pusat,” ujarnya, Senin (02/03).
Jafar mengatakan pemkot telah memenuhi kewajiban administratif untuk memohon kelanjutan proyek tersebut. Namun, nasib proyek jargas kini tertahan di meja kementerian tanpa kejelasan jadwal eksekusi. “Sampai sekarang kami belum mengetahui bagaimana jawabannya. Belum ada kepastian mengenai realisasi program tersebut di lapangan,” lanjutnya.
Ketidakpastian ini, lanjut Jafar, menghambat target perluasan koneksi jargas yang seharusnya mampu menjangkau lebih banyak pemukiman padat penduduk. Padahal, penggunaan jargas terbukti lebih aman, praktis, dan ekonomis bagi rumah tangga dibandingkan gas tabung. Apalagi mereka harus saling antre panjang di pangkalan untuk mendapatkan LPG subsidi.
DPRD Balikpapan kini mendorong pemerintah kota untuk lebih agresif melakukan jemput bola ke pusat. Komunikasi intensif menjadi kunci agar anggaran pembangunan infrastruktur gas rumah tangga segera mengalir ke daerah.
“Kami ingin warga tidak lagi terjebak dalam antrean elpiji yang melelahkan. Jargas jelas lebih simpel dan memudahkan mereka. Tinggal bayar tagihan bulanan seperti Listrik dan PDAM,” tambahnya. (ane)
