Pemkot Balikpapan Perkuat Program Lingkungan Hidup
BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan di tengah pesatnya pembangunan di kota tersebut.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyatakan pihaknya telah menyiapkan 10 program prioritas di bidang lingkungan hidup sebagai langkah menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
“Pembangunan harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengabaikan daya dukung lingkungan. Itu yang terus kami jaga,” ujar Sudirman, Selasa (3/3/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah program yang dijalankan di antaranya revitalisasi taman kota, pengembangan hutan kota, serta penataan estetika kota termasuk penerangan di beberapa titik strategis. Menurutnya, ruang terbuka hijau memiliki peran penting, tidak hanya memperindah kota, tetapi juga menjadi paru-paru kota sekaligus ruang interaksi masyarakat.
Di sektor persampahan, DLH Balikpapan juga mendorong pengelolaan sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir. Salah satunya melalui pemilahan sampah sejak dari tingkat rumah tangga.
“Pemilahan sampah dari sumbernya sangat penting. Dengan begitu, proses pengolahan akan lebih efektif dan efisien,” katanya.
DLH juga mengembangkan pemanfaatan gas metana di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar. Saat ini, sebanyak 380 sambungan rumah tangga telah memanfaatkan energi alternatif tersebut.
Menurut Sudirman, pemanfaatan gas metana menjadi salah satu inovasi dalam pengelolaan sampah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Gas metana yang sebelumnya terbuang kini bisa dimanfaatkan sebagai sumber energi bagi warga sekitar,” jelasnya.
Selain itu, DLH Balikpapan juga terus melakukan pengendalian pencemaran udara dan air, serta rehabilitasi kawasan mangrove di wilayah pesisir. Keberadaan mangrove dinilai penting untuk melindungi kawasan pantai dari abrasi sekaligus mengurangi dampak perubahan iklim.
DLH juga menegaskan akan melakukan penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang berpotensi merusak lingkungan.
“Jika ada pihak yang melanggar aturan dan menyebabkan kerusakan lingkungan, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, lingkungan yang sehat merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan Kota Balikpapan.
“Upaya menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan pemerintah saja. Diperlukan dukungan seluruh pihak agar Balikpapan tetap menjadi kota yang nyaman dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*/Adv Diskominfo Balikpapan)
