DPRD Rekomendasikan Stop Tambal Sulam Jalan
Balikpapan – DPRD Kota Balikpapan terus menyoroti efektivitas proyek pemeliharaan jalan di wilayah Kota Minyak. Para wakil rakyat meminta pemerintah kota menghentikan kebiasaan perbaikan jalan yang bersifat sementara. Fokus pembangunan harus segera beralih pada perbaikan sistem drainase yang menjadi akar kerusakan infrastruktur selama ini.
Ketua Komisi III, Yusri menyuarakan keresahan masyarakat terkait kualitas jalan yang cepat menurun. Ia melihat banyak titik jalan yang baru saja mendapat pengaspalan kembali rusak dalam waktu singkat. Kondisi ini menunjukkan adanya masalah mendasar yang belum tersentuh oleh dinas terkait.
Yusri mengidentifikasi limpasan air hujan sebagai faktor perusak utama struktur aspal. Drainase yang tersumbat atau terlalu sempit memaksa air meluap hingga menggenangi badan jalan. Genangan inilah yang melemahkan daya ikat aspal dan menciptakan lubang-lubang baru yang membahayakan pengendara.
“Kami meminta pemerintah segera mengambil langkah perbaikan sistem drainase secara menyeluruh. Hal ini sangat penting agar perbaikan jalan yang dilakukan dapat bertahan lebih lama dan tidak terus berulang,” ujarnya, Rabu (15/04).
Yusri menilai skema perbaikan “tambal sulam” hanya menghamburkan anggaran daerah tanpa memberikan hasil yang permanen. Maka ia mendorong Dinas Pekerjaan Umum untuk melakukan kajian teknis yang lebih komprehensif. Perencanaan drainase harus mampu menampung debit air yang meningkat seiring pesatnya pembangunan pemukiman.
Politisi Golkar ini menekankan integrasi antara saluran air dan kekuatan jalan merupakan kunci ketahanan infrastruktur kota. Tanpa aliran air yang lancar, aspal secanggih apa pun akan tetap kalah oleh gerusan air. Oleh karena itu, normalisasi parit dan pembuatan sodetan baru menjadi kebutuhan yang mendesak di titik-titik rawan banjir.
“Yang penting sekarang jangan hanya tambal jalan, tapi selesaikan sumber masalahnya. Kalau drainasenya beres, jalan tidak akan cepat rusak lagi,” tuturnya lagi.
Yusri juga mengingatkan pemerintah agar tidak hanya fokus pada pusat kota. Kawasan pinggiran dan pemukiman padat penduduk juga memerlukan perhatian serupa dalam hal penataan saluran air. Ia ingin seluruh warga Balikpapan menikmati fasilitas jalan yang mulus dan bebas genangan sepanjang tahun. (man)
