Anggaran Dipangkas, Bantuan Ternak Besar Kutim Turun Jadi 75–80 Ekor


Kutai Timur – Program bantuan ternak untuk kelompok peternak di Kabupaten Kutai Timur tetap berjalan pada 2026. Namun, jumlah ternak yang disalurkan tahun ini lebih sedikit dibandingkan rencana sebelumnya karena adanya penyesuaian anggaran.

Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Kutai Timur, Cut Meutia, menyampaikan bantuan ternak memang menjadi program yang dilaksanakan setiap tahun. Penyalurannya ditujukan untuk mendukung kelompok peternak dalam mengembangkan usaha dan menambah kepemilikan ternak.

Pada tahun sebelumnya, jumlah ternak yang diproyeksikan untuk bantuan dapat mencapai lebih dari 100 ekor. Rencana tersebut tidak sepenuhnya dapat dipertahankan setelah terjadi pengurangan anggaran pada tahun berjalan.

Penyesuaian tersebut membuat jumlah ternak besar yang dapat dialokasikan menjadi lebih terbatas. Meski begitu, program bantuan tetap dipertahankan dengan menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Setiap tahun ada, cuma jumlahnya yang dibatasi. Karena tahun ini ada pengurangan anggaran, yang harusnya mungkin di atas 100 ekor, untuk tahun ini di bawah itu,” ujar Cut Meutia.

Untuk 2026, jumlah bantuan ternak besar diperkirakan berada pada kisaran 75 hingga 80 ekor. Besaran tersebut menjadi kuota yang disiapkan setelah mempertimbangkan kondisi anggaran yang tersedia untuk sektor peternakan.

Cut Meutia menyebut pengurangan jumlah bukan berarti program bantuan dihentikan. Pemerintah daerah tetap mengalokasikan ternak untuk kelompok peternak, meski skalanya lebih kecil dibandingkan rencana awal.

“Untuk hewan besar, tahun ini sekitar 75 sampai 80 ekor,” katanya.

Program bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap kelompok peternak di Kutim. Dengan jumlah yang disesuaikan, bantuan tetap diarahkan agar kegiatan peternakan masyarakat dapat terus berjalan.

Penyesuaian kuota menjadi konsekuensi dari ruang anggaran yang lebih terbatas pada 2026. Dinas terkait selanjutnya menjalankan program sesuai alokasi yang tersedia, dengan jumlah ternak yang lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya.(Adv/Kominfo/KK)