Balikpapan Genjot Budaya Bayar Pajak Digital
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus mengakselerasi transformasi digital di sektor pelayanan publik. Melalui Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD), pemkot menargetkan lonjakan signifikan jumlah pengguna aplikasi Kontengan dalam beberapa bulan terakhir.
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham, mengatakan keyakinannya masyarakat akan cepat terbiasa memanfaatkan layanan digital ini. Ia menilai pembayaran pajak secara daring menjadi langkah strategis untuk menciptakan efisiensi dan transparansi. Terutama dalam menaikkan penerimaan pajak yang pada gilirannya memperkuat pembiayaan pembangunan kota.
“Kami yakin, dengan dukungan masyarakat, penerimaan pajak daerah bisa meningkat. Pajak yang dibayarkan akan kembali kepada warga dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya, Selasa (02/09).
Idham menjelaskan keberadaan aplikasi Kontengan memungkinkan masyarakat membayar berbagai jenis pajak daerah tanpa harus antre di kantor. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, restoran, reklame hingga pajak hiburan dapat dibayar langsung melalui ponsel pintar.
“Kami ingin budaya baru terbentuk. Warga tidak perlu lagi meninggalkan aktivitas hanya untuk mengurus pajak. Semua bisa dilakukan dari rumah atau kantor dengan hitungan menit,” jelasnya.
BPPDRD juga melihat Kontengan sebagai bagian dari reformasi birokrasi. Sistem ini memotong jalur administratif yang panjang dan mengurangi interaksi tatap muka. Otomatis hal itu meminimalkan potensi pungutan liar.
Menurut Idham, keberhasilan program ini bergantung pada partisipasi aktif warga. Karena itu, BPPDRD gencar melakukan sosialisasi, baik secara langsung ke lingkungan masyarakat, maupun melalui media sosial dan kemitraan dengan perguruan tinggi.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk mengedukasi warga. Tujuannya, tidak hanya mengajarkan cara menggunakan aplikasi, tetapi juga membangun kesadaran bahwa pajak adalah kontribusi nyata bagi kota,” tuturnya.
BPPDRD juga memastikan keamanan transaksi di Kontengan. Seluruh data terenkripsi dan dilindungi oleh sistem keamanan berlapis. Idham meyakinkan kerahasiaan data pribadi menjadi prioritas utama. Karena melalui langkah ini, Balikpapan menempatkan diri sebagai salah satu kota yang serius membangun ekosistem pembayaran pajak digital.
“Kami terus melakukan pembaruan sistem untuk mencegah kebocoran data. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena setiap transaksi tercatat secara otomatis dan aman,” tambahnya. (man)
