BSI “BERSINERGI” Jadi Model Kolaborasi Kelola Sampah Berbasis Masyarakat di Balikpapan Tengah
Balikpapan – Kecamatan Balikpapan Tengah resmi membentuk Bank Sampah Induk (BSI) bernama “BERSINERGI” sebagai wadah koordinasi pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh Bank Sampah Unit (BSU) di wilayah kecamatan. Pembentukan ini bertujuan membangun sistem kerja terpadu yang mampu memperkuat manajemen bank sampah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pilahan.
Rapat pembentukan BSI dipimpin oleh Sekretaris Kecamatan Balikpapan Tengah, Netty Musriani, dan dihadiri perwakilan BSU dari setiap kelurahan. Forum ini dimanfaatkan sebagai ruang diskusi untuk merumuskan pola kelembagaan, mekanisme kerja, hingga susunan kepengurusan induk.
Dalam diskusi, sejumlah BSU menyampaikan kendala operasional seperti keterbatasan lahan, kebutuhan SDM, fluktuasi harga sampah, serta ketergantungan pada pengepul. Menanggapi hal tersebut, Netty menegaskan bahwa kehadiran BSI diperlukan sebagai solusi bersama.
Netty menyampaikan bahwa BSI akan menjadi fasilitator pembinaan dan pengelolaan BSU, sekaligus membantu pemasaran sampah terpilah ke pihak ketiga agar harga lebih stabil dan berkelanjutan.
Untuk menjaga asas kolaborasi, pembentukan BSI tidak dilakukan dengan menaikkan status salah satu BSU, melainkan melalui kepengurusan gabungan. BSI “BERSINERGI” telah menetapkan Santosa sebagai ketua dengan struktur kerja yang berasal dari perwakilan BSU aktif.
Ke depan, BSI dijadwalkan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan untuk memperkuat strategi pasar dan penyusunan standar harga yang berlaku bagi seluruh BSU. Mekanisme ini diharapkan menciptakan ekosistem persampahan yang lebih profesional dan merata di tingkat masyarakat.
Kecamatan Balikpapan Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengelola bank sampah. Dari total 31 bank sampah yang tercatat, sebanyak 22 di antaranya masih aktif beroperasi dan menjadi ujung tombak edukasi lingkungan di masyarakat.
(Man)
