Budaya Lokal Kutim Dinilai Punya Potensi Dikembangkan Generasi Muda

KUTAI TIMUR – Kekayaan budaya Kutai Timur (Kutim) dinilai tidak hanya penting sebagai warisan daerah, tetapi juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi karya yang bernilai ekonomi. Karena itu, generasi muda didorong lebih dekat dengan sejarah, tradisi, serta berbagai budaya yang tumbuh di daerahnya.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, Ilham, menyebut pengenalan budaya lokal perlu dilakukan sejak kalangan pelajar. Pengetahuan tersebut dinilai penting agar generasi muda tetap memahami identitas daerah di tengah masuknya berbagai pengaruh budaya dari luar.

Pesan itu disampaikan Ilham saat memberikan sambutan dalam kegiatan edukasi kebudayaan yang diikuti para pelajar. Ia mengajak peserta memanfaatkan fasilitas kebudayaan untuk memperluas pengetahuan mengenai sejarah dan kekayaan budaya yang ada di Kutai Timur.

“Pengaruh budaya dari luar memang semakin kuat, tetapi kita tetap harus mencintai budaya sendiri. Dari situ kita bisa mengenal, melihat potensinya, kemudian mengembangkan budaya kita agar kita juga bangga dengan apa yang kita miliki,” ujar Ilham.

Menurut Ilham, Kutai Timur memiliki sejumlah warisan budaya yang mempunyai nilai sejarah dan keunikan. Gua Telapak Tangan serta budaya Hudoq menjadi contoh kekayaan daerah yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar keberadaannya tetap dikenal.

Pemahaman budaya, lanjut Ilham, juga tidak dapat dipisahkan dari pengetahuan sejarah. Pelajar diharapkan mengenal tokoh seperti Mulawarman dan Kudungga serta mengetahui asal-usul sejumlah nama daerah yang menjadi bagian dari perjalanan Kutai Timur.

Kekayaan lokal juga ditemukan dalam tradisi dan kuliner masyarakat. Ilham menyebut Wahau dengan Hudoq dan Seksiat, termasuk kuliner tradisional Binbit, sebagai potensi budaya yang dapat dikenalkan sekaligus dikembangkan melalui kreativitas generasi muda.

“Kalau kita gali lebih banyak, sebenarnya banyak yang bisa kita karyakan. Pengetahuan itu bisa menjadi wawasan yang lebih luas, sekaligus bagaimana budaya yang kita punya ini bisa dikembangkan sampai memiliki nilai ekonomi,” katanya.

Ilham berharap pelajar tingkat SLTA dapat ikut mengambil peran dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Kutai Timur. Menurutnya, semakin banyak pengetahuan yang digali dari budaya lokal, semakin besar pula peluang generasi muda menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi daerah, bangsa, dan negara. (Adv/Kominfo/KK)