DPRD Godok Aturan Operasional Daycare
Balikpapan – Komisi I DPRD Kota Balikpapan berkomitmen untuk menjamin keamanan anak di fasilitas penitipan. Mereka kini mendorong lahirnya aturan teknis yang lebih spesifik bagi seluruh pengelola daycare. Langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman bagi orang tua yang menitipkan anaknya selama bekerja.
Anggota Komisi I, Iwan Wahyudi mengatakan inisiatif ini muncul menyusul dinamika kebutuhan masyarakat perkotaan yang semakin tinggi. Khususnya pada jasa pengasuhan anak. DPRD memandang standar operasional saat ini memerlukan penguatan pada aspek pengawasan digital. Kehadiran aturan baru ini akan menjadi payung hukum sekaligus instrumen perlindungan bagi anak-anak di Balikpapan.
Salah satu poin krusial dalam usulan tersebut adalah kewajiban pemasangan kamera pengawas atau CCTV. Iwan menyebut keberadaan alat tersebut bukan sekadar pelengkap fasilitas. CCTV berfungsi sebagai saksi mata digital yang memastikan setiap aktivitas pengasuhan terpantau secara transparan.
“Kami ingin perizinannya harus mewajibkan ada alat CCTV di dalam setiap ruangan. Jadi standar keselamatannya jelas. Kan mencegah tentu lebih baik dari pada sudah kejadian. Itu yang perlu jadi perhatian sejak dini,” ujarnya, Rabu (06/05).
Iwan menjelaskan keberadaan rekaman video di setiap sudut ruangan akan meminimalisir potensi kekerasan. Sistem ini juga membantu pengelola dalam mengawasi kinerja para staf pengasuh secara real-time. Dengan adanya rekaman yang tersimpan baik, setiap insiden yang tidak diinginkan dapat terdeteksi dan tertangani secara cepat.
Selain kamera pengawas, lanjutnya, DPRD Balikpapan mendorong adanya keterbukaan akses bagi orang tua. Orang tua idealnya mendapatkan hak untuk memantau aktivitas anak mereka melalui aplikasi ponsel yang terintegrasi. Teknologi ini akan membangun kepercayaan yang lebih kuat antara penyedia jasa dan pengguna jasa.
“Kita harus memperkuat pencegahan. Status kota ini kan Kota Layak Anak (KLA). Jadi harus ramah terhadap tumbuh kembang anak. Maka keamanan anak-anak menjadi prioritas utama di tengah sibuknya aktivitas ekonomi,” jelasnya.
Iwan berharap tim pengawas dari dinas bisa memastikan setiap daycare mematuhi aturan standar keselamatan anak. Evaluasi berkala akan menjadi agenda wajib guna memastikan kepatuhan para pengelola di lapangan. (ibn)
