Lawan Radikalisme, Pemkot Gandeng Ormas
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya menjaga keamanan dan keutuhan bangsa. Salah satunya melalui kegiatan “Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) 2025” yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Kamis (25/09).
Kegiatan kali ini mengangkat tema “Sinergi Penegakan Hukum dan Keamanan Nasional dalam Mencegah Radikalisme, Terorisme, dan Organisasi Terlarang”. Tujuannya membentuk wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat.
Kepala Kesbangpol Kota Balikpapan, Sutadi mengakui ancaman radikalisme dan terorisme masih perlu diwaspadai bersama. Karenanya ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif menjaga ketertiban dan tidak terpengaruh paham yang bertentangan dengan ideologi negara.
“Kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi juga masyarakat. Ormas harus menjadi garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan menolak paham yang bisa memecah belah bangsa,” ujarnya.
Sutadi menilai, peran ormas sangat penting sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Dengan pemahaman yang benar tentang hukum dan kebangsaan, ormas diharapkan mampu mendeteksi dini potensi penyebaran paham radikal di lingkungannya.
“Kami terus dorong ormas menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas daerah. Melalui kegiatan ini, kami ingin semua pihak memiliki persepsi yang sama tentang pentingnya keamanan nasional,” jelasnya.
Kegiatan sosialisasi ini, lanjut Sutadi, juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur kepolisian, kejaksaan, dan akademisi. Mereka membahas berbagai aspek terkait penegakan hukum, pencegahan radikalisme, serta strategi kolaboratif dalam menciptakan masyarakat yang tangguh dan berwawasan kebangsaan.
Para peserta, yang terdiri dari perwakilan ormas dan tokoh masyarakat, juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam menghadapi berbagai dinamika sosial di lapangan. Terutama dari organisasi pemuda yang bisa mendapatkan dampak positif dari kegiatan yang cukup relevan dengan kondisi sosial saat ini.
“Banyak generasi muda yang mudah terpapar informasi negatif di media sosial. Sosialisasi seperti ini membuka wawasan kami agar lebih kritis dan waspada terhadap ajakan yang mengarah pada intoleransi,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, tambah Sutadi, Kesbangpol berharap terbangun jejaring komunikasi yang solid antar ormas, aparat, dan pemerintah daerah. Sinergi itu diharapkan mampu memperkuat ketahanan masyarakat dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. (man)
