Majelis Taklim Anak “Aku Cinta Nabi” Jadi Upaya Kolektif Bentuk Generasi Berkarakter
BALIKPAPAN – Upaya memperkuat literasi moral anak kini tumbuh kuat di Kelurahan Karang Rejo melalui Majelis Taklim Anak “Aku Cinta Nabi”. Bertempat di Masjid Wahdatuth Thullab RT 36, kegiatan ini menjelma menjadi gerakan komunitas yang secara konsisten menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada sekitar 200 anak usia 6–12 tahun dari lingkungan setempat.
Kegiatan yang diinisiasi Hj. Iim Rahman, S.Pd.I—Anggota DPRD Kota Balikpapan—tidak hanya bertujuan memperkenalkan kisah dan teladan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga membangun pemahaman moral yang dapat diterapkan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Nilai seperti jujur, sabar, peduli, serta tanggung jawab diajarkan secara terstruktur namun tetap menyenangkan.
Dengan didampingi enam ustadzah, anak-anak belajar melalui rangkaian metode literasi: mendengarkan kisah, membaca dan menghafal hadis pendek, hingga mempraktikkan perilaku yang baik. Pendekatan ini membuat nilai-nilai moral lebih mudah dipahami, diingat, dan dijadikan kebiasaan.
Fathul Hasanah, salah satu pembina, mengatakan bahwa majelis taklim ini merupakan bentuk investasi literasi moral berbasis komunitas.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mendengar cerita Nabi, tetapi mampu menerjemahkan ajaran itu dalam tindakan sehari-hari—berkata yang baik, saling menghormati, dan menjaga diri,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan gerakan ini sangat bergantung pada keterlibatan orang tua dan warga sekitar, sebab lingkungan menjadi ruang aplikasi utama dari nilai-nilai yang dipelajari.
“Ketika rumah dan lingkungan ikut menguatkan, maka karakter anak akan terbentuk lebih kuat dan konsisten,” tambahnya.
Majelis Taklim Anak “Aku Cinta Nabi” kini tidak sekadar program keagamaan, tetapi gerakan literasi moral yang digerakkan komunitas, menghadirkan harapan besar untuk lahirnya generasi Karang Rejo yang berakhlak, peduli, dan mampu menjadi teladan bagi lingkungannya.
(Man)
