Bimtek LPM Dorong Perbaikan Lingkungan yang Lebih Efektif dan Berkelanjutan
BALIKPAPAN – Kelurahan Mekar Sari mulai menggeser pendekatan pembangunan menuju pola yang lebih partisipatif dan berkelanjutan. Hal tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), yang tidak hanya membahas peran dan fungsi lembaga, tetapi juga mematangkan rencana pembangunan lingkungan berbasis swakelola.
Kegiatan dengan tema Penguatan Peran, Fungsi dan Akuntabilitas LPM ini dihadiri pengurus LPM serta Lurah Mekar Sari, Evi Nurharyanti, dan Ketua Asosiasi DPD LPM Kota Balikpapan, Damanhuri.
Ketua LPM Mekar Sari periode 2024–2027, H. M. Rusdi, menyampaikan bahwa konsep swakelola akan menjadi titik fokus kerja LPM tahun depan. Salah satu program yang telah disiapkan adalah perbaikan lingkungan di RT 06 dan RT 26 melalui anggaran pembangunan kelurahan 2025.
“Kegiatan perbaikan lingkungan ini akan dilaksanakan secara swakelola. Kami ingin masyarakat terlibat mulai dari perencanaan hingga pelaksanaannya,” ujar Rusdi.
Model swakelola diyakini mampu membuat pembangunan lebih tepat guna, karena dirancang dan dikerjakan oleh masyarakat yang memahami kebutuhan lingkungannya sendiri. Selain itu, pola ini dinilai memperkuat nilai kebersamaan dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap hasil pembangunan.
Rusdi berharap melalui Bimtek, para pengurus LPM semakin siap menjalankan pendekatan ini.
“Dengan pemahaman yang lebih kuat tentang tugas dan fungsi, LPM dapat memainkan perannya sebagai mitra pemerintah kelurahan dan sebagai penggerak gotong royong di masyarakat,” jelasnya.
Selain mendorong pembangunan fisik, LPM juga diarahkan untuk memperkuat kualitas pelayanan publik, menumbuhkan kesatuan masyarakat, dan mengembangkan potensi sumber daya manusia agar semakin berdaya dan mandiri.
“Pengembangan SDM menjadi fondasi penting agar pelayanan pemerintah lebih responsif dan masyarakat semakin terlibat dalam proses pembangunan,” kata Rusdi menutup pernyataannya.
(Man)
