Hujan Mulai Turun, Ketinggian Waduk Manggar Masih Di Bawah 10 Meter
Balikpapan- Meski ketinggian waduk Manggar yang menjadi sumber utama air baku PDAM Kota Balikpapan masih di kisaran 8 meter lebih, pihak PDAM terus berusaha memastikan tidak ada gangguan pasokan air bersih bagi pelanggan. Untuk itu PDAM Kota Balikpapan perlu melakukan antisipasi agar pasokan air ke pelanggan tetap berjalan normal.
Kepada kanalkaltim.com, Direktur Teknik PDAM Kota Balikpapan Arief Purnawarman mengatakan saat ini sudah mulai turun hujan meski dengan intensitas ringan. Sementara ketinggian air di Waduk Manggar saat ini tercatat 8,9 meter dan secara kalkulasi mampu memberikan pasokan ke pelanggan untuk enam bulan kedepan tanpa ada hujan. “InsyaAllah kondisi air baku kita masih tergolong aman dan bisa sampai awal tahun 2020,” ujarnya.
Menurut Arief berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan diperkirakan hujan dengan intensitas rendah hingga sedang akan mengguyur Balikpapan mulai akhir Oktober ini. Mengingat waduk Manggar merupakan waduk tadah hujan yang hanya mengandalkan curah hujan yang ditampung secara alami sesuai dengan volume hujan.
Saat ini lanjut Arief distribusi air ke pelanggan masih berjalan normal seperti hari biasa. Adapun penggiliran pasokan air baru akan dilakukan jika ketinggian waduk berada di level 5 meter. “Dulu pernah kita lakukan pergiliran distribusi saat air waduk tinggal 5 meter. Tapi semoga tidak terjadi lagi,” tuturnya.
Arief juga menghimbau kepada pelanggan PDAM untuk selalu menampung air sebagai cadangan kebutuhan air di rumah saat air mengalir. Karena gangguan distribusi air bisa terjadi kapan saja tanpa terjadwal. Sedangkan untuk kebutuhan air yang bersifat darurat, pelanggan bisa menghubungi layanan posko tangki di nomor 0812 2450 5222 pada pagi sampai sore hari atau datang langsung ke posko tangki di Jalan MT Haryono,” tutup Arif. (zha)
