DPRD Dorong Swasta Kelola PSEL Balikpapan

Balikpapan – Komisi III DPRD Kota Balikpapan menyetujui percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah strategis ini menjadi jawaban konkret atas ancaman krisis lahan pembuangan akhir (TPA) di Kota Beriman.

Ketua Komisi III, Yusri mengatakan proyek PSEL bukan lagi sekadar pilihan. Proyek ini adalah kebutuhan mendesak untuk menjaga napas lingkungan kota dalam jangka panjang. Apalagi pihak dewan melihat potensi besar sampah yang selama ini menumpuk di TPA Manggar.

“Kami mendorong pemerintah kota segera merealisasikan PSEL. Kita tidak bisa terus mengandalkan pola tumpuk-angkut-buang yang konvensional,” ujarnya, Selasa (21/04).

Dewan, lanjut Yusri, menyoroti volume sampah harian yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) juga memberikan dampak beban sampah tambahan bagi Balikpapan sebagai kota penyangga. PSEL hadir sebagai teknologi yang mampu mereduksi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Pemerintah Kota Balikpapan kini membuka pintu lebar bagi pihak ketiga. Skema kerja sama dengan investor menjadi jalur paling realistis untuk mendanai teknologi canggih ini. Investasi swasta akan meringankan beban APBD kota namun tetap menjamin keberlanjutan proyek.

“Skema investasi dengan pihak ketiga adalah solusi cerdas. Investor membawa teknologi dan modal, sementara pemerintah menyiapkan regulasi dan bahan bakunya,” jelasnya.

Menurut Yusri teknologi PSEL akan membuat proses pembakaran sampah semakin terkontrol. Panas yang dihasilkan kemudian menggerakkan turbin untuk memproduksi energi listrik. Listrik ini nantinya dapat mengaliri fasilitas publik atau masuk ke jaringan distribusi utama.

Proses seleksi investor harus berlangsung transparan dan akuntabel. Komisi III mengingatkan agar pemerintah memilih mitra yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidang energi terbarukan. Hal ini bertujuan agar proyek tidak mangkrak di tengah jalan.

Selain masalah energi, PSEL mendukung program pengurangan emisi gas rumah kaca. Balikpapan ingin membuktikan diri sebagai kota hijau yang mampu mengelola limbah secara mandiri. Masyarakat pun akan merasakan dampak lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

“Tujuannya jelas, yakni Balikpapan bersih dari sampah dan mandiri secara energi. Kami akan terus mengawal setiap tahapan koordinasi dengan para calon investor,” tutupnya. (san)