PDAM Terapkan Standar Mutu Pelayanan
Dijelaskannya, dengan memegang sistem manajemen mutu itu maka Direksi, Manajemen dan seluruh staf berkomitmen melaksanakan dan menjalankan kontinuitas pelayanan air bersih yang berkesinambungan kepada masyarakat.
Berdasarkan data yang dilansir PDAM Balikpapan, bahwa PDAM selama ini baru mampu melayani sekitar 85% dari keseluruhan jumlah penduduk. Selama ini, untuk memenuhi pasokan air bersih itu, PDAM sebagian besar masih bergantung pada sumber air baku dari Waduk Manggar sebesar 75% dan air bawah tanah 25%.
“Jadi, masih ada sekira 15% masyarakat yang belum terlayani air PDAM. Jika mengacu dari data ini, jelas PDAM akan mengalami kendala, jika dihadapkan pada pesatnya laju pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan tiap tahunnya. Sebab, kenaikan jumlah penduduk, sangat pasti diikuti naiknya kebutuhan akan ketersediaan air bersih,” sebut Haidir.
Dia mengatakan kekurangan ini yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama semua pihak dan stakholders di Balikpapan. Baik itu, eksekutif, legislatif maupun PDAM, sebagai badan yang mengelola air baku untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya pelanggan.
“Kekhawatiran terbesar PDAM Kota Balikpapan adalah apabila kebutuhan Sumber Air Baku tidak dapat terpenuhi, maka krisis air bukan saja menjadi ancaman, tapi bisa saja terjadi suatu keniscayaan,” tukasnya.
Berbagai macam upaya peningkatan cakupan pelayanan PDAM Lakukan untuk bisa memenuhi Kebutuhan Air Bersih Bagi Masyarakat Kota Balikpapan. Lanjut Haidir, salah satu upaya ditahun 2017 ini adalah melaksanakan program pemasangan jaringan air PDAM melalui kegiatan MBR (Masyarakat Berpengasilan Rendah). (sus)
