Pemkot Genjot Literasi Pemasaran UMKM
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat strategi pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dengan menekankan pentingnya kapasitas pemasaran. Hal itu jelas sebagai kunci keberlanjutan sebuah usaha. Pemerintah menilai, pelaku UMKM tidak cukup hanya meningkatkan produksi tanpa memahami cara menjual dan memasarkan produknya secara efektif.
Melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP), pemerintah kini menggencarkan edukasi. Khususnya terkait literasi pasar, promosi digital, branding produk, hingga riset peluang usaha. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pelaku UMKM yang lebih tangguh, inovatif dan berdaya saing di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Kepala DKUMKMP Kota Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma mengatakan kemampuan pemasaran menjadi aspek penting. Terutama dalam menjaga eksistensi dan pertumbuhan usaha kecil di era digital. Pemerintah ingin pelaku UMKM tidak hanya tumbuh dalam jumlah. Tapi juga naik kelas lewat penguatan branding, promosi digital dan riset pasar.
“Pelaku usaha tidak boleh hanya fokus pada produksi. Mereka harus tahu cara menjual produk dengan strategi yang tepat. Jangan ragu untuk berinovasi dan mencari celah pasar baru,” ujarnya, Senin (10/11).
Heru mengungkapkan, pada tahun depan, Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan pertumbuhan 14 ribu UMKM baru. Namun, ia menginginkan peningkatan jumlah harus sejalan dengan peningkatan kualitas. Makanya Pemkot Balikpapan fokus melakukan pendampingan kapasitas pemasaran pelaku UMKM.
“Kami ingin jumlah UMKM bertambah, tapi kualitas juga harus meningkat. Artinya, mereka harus mampu menembus pasar yang lebih luas dengan produk yang punya nilai jual tinggi. Mungkin tidak mudah tapi kita harus memulainya,” jelasnya.
Menurut Heru, DKUMKMP terus menjalankan berbagai program pembinaan untuk memastikan pelaku usaha memiliki kemampuan komprehensif. Pembinaan meliputi pelatihan keterampilan, fasilitasi legalitas usaha, pendampingan permodalan hingga penguatan jejaring pemasaran antar pelaku UMKM dan sektor swasta.
“Kami berkomitmen mendampingi pelaku usaha dari awal hingga mereka benar-benar siap bersaing. Tujuan akhirnya adalah agar lebih banyak UMKM yang naik kelas menjadi usaha kecil dan menengah,” tuturnya lagi.
Heru menambahkan, Pemkot Balikpapan juga akan memperluas kolaborasi dengan lembaga keuangan, komunitas wirausaha dan pelaku industri kreatif untuk memperkuat ekosistem bisnis daerah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang inklusif dan berkelanjutan. (ibn)
