Tarif Melonjak, Mahasiswa Demo PDAM

Balikpapan – Sejumlah mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Balikpapan menggelar aksi di pintu masuk kantor PDAM Balikpapan, jalan Ruhui Rahayu, Balikpapan Selatan, Rabu (15/7) siang.

Aksi yang dilakukan mahasiswa mengecam tinggi tarif air yang dirasakan masyarakat Balikpapan sebagai pelanggan setelah tiga bulan dilakukan perhitungan estimasi. Mereka membentangkan spanduk berisi  Parade Demokrasi Aspirasi Masyarakat (PDAM), Badan Usaha Milik Dia.

Humas HMI Balikpapan Rafshand Hasan menyampaikan  PDAM sebagai BUMD harus lebih aspiratif dan tidak menyulitkan masyarakat. Maka dari itu kembalikan BUMD ini ke masyarakat. “BUMD dikembalikan ke masyarakat untuk kepentingan masyarakatPDAM jangan menghindar karena alasan perwali, ” ucapnya saat orasi.

Setelah menyampaikan beberapa orasi, mahasiswa diizinkan menggelar aksi di dalam halaman kantor PDAM.

Pada kesempatan terpisah, seorang pelanggan yang dijumpai di halaman parkir menyatakan keberatan atas tarif PDAM yang dinilai memberatkan dan tidak sesuai dengan penggunaan sebenarnya.

”Saya gak mau bayar dulu masa biasa pemakaian Rp 215 ribu sekarang harus bayar 500 ribu lebih, ” tutur seorang Ibu warga Telagasari. Dia menuturkan adanya pemotongan 10 kubik tiap bulannya yang dijanjikan pemerintah sebagai kemudahan saat pandemi. Namun yang terjadi tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya masih tetap sama bahkan melonjak. (man)