TP-PKK Karang Rejo Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Pelatihan Membatik
Batik Jadi Simbol Kemandirian dan Pelestarian Budaya Lokal

BALIKPAPAN – Upaya memberdayakan masyarakat sekaligus melestarikan budaya terus digencarkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan Karang Rejo. Melalui pelatihan membatik yang digelar selama tiga hari, Senin–Rabu (6–8/10), TP-PKK berupaya menumbuhkan potensi ekonomi kreatif di tingkat kelurahan.

Kegiatan yang diikuti perwakilan Karang Taruna dan anggota PKK ini tidak hanya mengajarkan teknik dasar membatik, tetapi juga menanamkan nilai budaya dan kreativitas. Peserta diajak memahami proses menciptakan motif batik khas yang bisa menjadi ciri identitas Karang Rejo.

Lurah Karang Rejo Budi mengatakan, membatik menjadi salah satu sarana warga untuk mengembangkan kemampuan ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong warga agar mandiri secara ekonomi. Batik tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ketua TP-PKK Karang Rejo Renny Amelinda menambahkan, pelatihan ini merupakan bentuk dukungan terhadap tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
“Kami berharap keterampilan membatik bisa menjadi bekal bagi peserta, terutama perempuan dan generasi muda, untuk membuka peluang usaha baru. Sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sendiri,” jelasnya.

Menurut Renny, membatik bukan sekadar keterampilan menghias kain, tetapi juga simbol identitas dan kebanggaan bangsa. Ia berharap ke depan muncul karya-karya batik khas Karang Rejo yang memiliki daya tarik tersendiri, baik dari sisi estetika maupun ekonomi.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan komunitas yang peduli terhadap budaya membatik dan mampu menghasilkan produk unggulan lokal,” pungkasnya. (Man)