Upaya Penurunan Stunting di Kutim Cukup Optimal, Trisno Sebut Semua Elemen Terlibat


KUTAI TIMUR – Upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dinilai sudah cukup optimal, bahkan dipastikan seluruh elemen masyarakat turut ikut terlibat dalam upaya penurunan angka stunting tersebut. Hal ini dikemukakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Pemkab Kutim, Trisno saat ditemui wartawan.

Dikatakan, upaya penurunan stunting di Kutai Timur dinilainya sudah cukup optimal. Hal ini terlihat dari keterlibatan seluruh elemen, baik pemerintah, perusahaan dan masyarakat yang melakukan kolaborasi untuk penurunan angka stunting di Kutim.

”Klo saya lihat, upaya penurunan stunting kita di Kutai Timur ini sudah cukup optimal. Bukan hanya Dinas Kesehatan ataupun Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutim, bahkan hampir seluruh dinas, pemerintah kecamatan, desa, PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga, red), hingga dunia usaha turut andil berkolaborasi,” ucap Trisno.

Lanjutnya, keberhasilan pemerintah Kutai Timur dalam upaya penurunan angka stunting ditandai dengan keberhasilan Kabupaten Kutai Timur yang diwakili Desa Singa Gembara Kecamatan Sangatta Utara yang berhasil menyabet predikat Terbaik II atau Juara ke-2, Desa Berkinerja Terbaik Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2026.

”Sudah cukup optimal kok. Bahkan kita (Kutai Timur, red) berhasil meraih Juara 2 tingkat Provinsi Kaltim Tahun 2026 sebagai Desa Berkinerja Terbaik dengan kategori Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Pencegahan dan Penurunan Angka Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Timur,” jelas Trisno.

Kolaborasi antar elemen masyarakat di Kutai Timur memang menjadi sakah satu kunci keberhasilan daerah dalam penurunan angka stunting, Trisno berharap, kolaborasi ini bisa terus dijaga dan ditingkatkan ke depannya, sehingga angka stunting di Kabupaten Kutai Timur benar-benar bisa diminimalisir.

”Kita berharap seluruh elemen masyarakat tetap bersatu dan berkolaborasi, serta ke depannya lebih baik lagi, sehingga angka stunting di Kutim benar-benar bisa kita minimalisir,” pungkasnya.(Adv/*/KK)