Warga Keluhkan Tagihan PTMB Bengkak
Balikpapan – Hampir dua bulan terakhir, masyarakat Perumahan PGRI RT 11 dan RT 13 Graha Indah, Balikpapan Utara mengeluhkan gangguan aliran air PDAM dan tagihan yang membengkak
Perwakilan warga di Perumahan PGRI Blok N1 Graha Indah yang diwakili Hapri menyampaikan, aliran air PDAM selama dua bulan mati tidak mengalir. Bahkan, ia terpaksa menunggu pada waktu dini hari untuk memastikan air PDAM mengalir di rumahnya.
“Air PDAM mati hampir dua bulan. Air tidak pernah nyala, hanya angin saja. Biasanya nyala malam hari aja. Air keluar sekitar pukul 1 malam, harus rajin nunggguin. Kadang sampai jam 4 juga belum ada tanda-tanda air ngalir,” ujarnya, Kamis (05/10).
Sementara Ketua RT 11, Abdul Rasyid menyampaikan bahwa air PDAM tidak mengalir tetapi bayarnya malah naik. “Sebenarnya kita tidak usah muluk-muluk, cukup malam saja nyala kami sudah merasa bersyukur, namun ini tidak mengalir sama sekali. Malah bayarnya naik jadi bayar angin saja, ” ucapnya.
Menurut Rasyid, pihak warga juga keberatan jika harus membeli air 1 tandon seharga Rp 100 ribu. “Kami kan jadi bingung punya PDAM, tapi air harus beli air bersih menggunakan tandon” tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD kota Balikpapan Syarifuddin Oddang berjanji akan berkoordinasi dengan manajemen PTMB terkait persoalan ini. Sebab dirinya juga bagian dari warga Perumahan PGRI RT 13 mengalami hal yang sama. Diharapkan kinerja pihak PTMB dalam layanan distribusi air terus meningkat. Meski memang ada banyak kendala yang dihadapi di lapangan.
“Semoga PDAM memperbaiki kinerja sehingga semua warga bisa menikmati air bersih. Jika ada keluhan cepat diantisipasi. Kadang sudah lapor tapi belum ada tindak lanjutnya,” tambahnya. (san)
