14 Hari Karantina, Perjuangan Paskibraka Balikpapan Menjelang Momen Sakral HUT ke-80 RI
BALIKPAPAN – Sejak awal Agustus, kehidupan 39 siswa terpilih di Balikpapan berubah total. Mereka meninggalkan keluarga, sekolah, dan rutinitas remaja pada umumnya untuk tinggal di BDI Townhouse. Di sanalah mereka mengasah disiplin, kekuatan fisik, dan kekompakan demi satu momen bersejarah: mengibarkan bendera Merah Putih pada HUT ke-80 Republik Indonesia.
Setiap hari dimulai sejak matahari belum terbit. Pemanasan, latihan formasi, penguatan fisik, hingga simulasi upacara menjadi menu wajib. Tak jarang, keringat bercucuran dan kaki terasa pegal, namun tak ada keluhan yang dibiarkan berlarut.
“Latihan ini bukan cuma soal baris-berbaris, tapi juga membentuk mental dan rasa tanggung jawab,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Balikpapan, Sutadi.
Seleksi yang Menyisakan 39 Terbaik
Perjalanan mereka dimulai Juli lalu. Dari ratusan pendaftar, hanya 20 siswa laki-laki dan 19 siswi perempuan yang lolos seleksi ketat—meliputi tes fisik, wawasan kebangsaan, keterampilan baris-berbaris, dan wawancara. Semua berasal dari kelas X SMA, SMK, MA, dan sekolah setingkat di Balikpapan.
“Yang kami cari bukan hanya kemampuan fisik, tapi juga disiplin dan komitmen,” tegas Sutadi.
Kisah Thionel: Bangga dan Terharu
Bagi Thionel Baya Apui, siswa SMAN 1 Balikpapan, setiap langkah latihan adalah pengingat bahwa ia mengemban amanah besar.
“Bagi saya, ini bukan sekadar mengibarkan bendera. Ini tentang menunjukkan bahwa generasi muda siap melanjutkan perjuangan para pendahulu,” ujarnya dengan mata berbinar.
Ia mengakui, jadwal padat dan disiplin ketat sempat menjadi tantangan. Namun dukungan rekan satu tim dan pelatih membuatnya bertahan. “Kami saling menyemangati. Tidak ada yang tertinggal,” katanya.
Menanti Momen Puncak
Setelah 14 hari penuh latihan, kini mereka berdiri di ambang momen puncak. Minggu (17/8/2025) pagi, di halaman BSCC Dome, ribuan pasang mata akan menyaksikan hasil kerja keras mereka. Selain pengibaran bendera, rangkaian upacara akan dimeriahkan marching band, paduan suara, dan kesenian daerah.
Sutadi berharap semua berjalan lancar. “Mohon doa restu masyarakat. Momen ini bukan hanya kebanggaan bagi mereka, tapi juga untuk seluruh Balikpapan,” tuturnya.
Bagi 39 pemuda-pemudi ini, setiap keringat yang jatuh dan setiap langkah latihan adalah persembahan untuk Merah Putih—dan untuk Indonesia yang mereka cintai.
(Man)
