Walikota Belum Tentukan Solusi Air Baku PDAM
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan masih mengkaji solusi pemenuhan kebutuhan air baku PDAM. Pasalnya ketersediaan air baku yang terbatas membuat pemenuhan sambungan air hingga 100 persen menjadi sulit terealisasi.
Walikota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan ada dua opsi yang masih dikaji hingga kini. Yaitu penyulingan air asin menjadi air tawar dan rencana mengambil air baku dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Karena Pemerintah tengah membangun Bendungan Sepaku Semoi di calon Ibu kota Negara (IKN).
“Penyulingan air asin nanti di pelajari lagi. Termasuk kerjasama dengan PPU yang punya sumber air di sana juga kita cermati,” ujarnya kepada wartawan di kantornya.
Pihaknya, lanjut Rahmad, harus melakukan perhitungan secara cermat terhadap dua pilihan yang ada saat ini. Terutama mengenai pertimbangan secara ekonomis menyangkut pembiayaan. Mengingat keterbatasan anggaran kembali terjadi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir.
“Intinya kita hitung apakah menguntungkan atau tidak. Nanti saya cermati dulu, apakah ini menguntungkan atau malah merugikan masyarakat dari sisi daya belinya,” tuturnya lagi.
Dari laporan yang, menurut Rahmad, Kota Balikpapan hingga kini masih kekurangan air baku sekitar 347 liter per detik. Karena kebutuhan air baku mencapai 1.658 liter per detik. Sehingga masih banyak yang belum terlayani air bersih. Sejauh ini air baku yang tersedia dari Waduk Manggar hanya sekitar 1.034 per detik, lalu Bendungan Teritip sekitar 80 liter per detik dan sejumah sumur bor sekitar 217 liter per detik.
“Ini PR kita. Kami juga lagi mencari pengganti jabatan Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Teknis (Dirtek) PDAM yang lowong. Tugasnya harus meningkatkan insfrastruktur dan pelayanan bagi masyarakat yang selama ini kerap mengeluh,” tambahnya. (ana)
