Balikpapan Prioritaskan Pengembangan Ekonomi Kreatif
Balikpapan – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan memprioritaskan sektor ekonomi kreatif seperti kuliner, film dan animasi untuk memperkuat daya saing daerah. Hal itu dibarengi persiapan SDM sejak dini agar mampu menjawab kebutuhan industri masa depan. Di mana pemerintah daerah menetapkan sektor ekonomi kreatif sebagai fokus utama pengembangan.
Kepala DPMPTSP Balikpapan, Hasbullah Helmi mengatakan pihaknya siap memfasilitasi percepatan pembangunan ekosistem kreativitas. Khususnya melalui program yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku industri kreatif dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Seiring kemajuan jaman, industri kreatif memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian kota dalam beberapa tahun mendatang.
“Kami ingin SDM di sektor kreatif ini disiapkan sejak dini agar mampu menjawab kebutuhan industri ke depan. Karena itu pemerintah wajib melakukan persiapan sejak awal. Karena nanti anak muda yang akan menggerakan ekonomi,” ujarnya, Rabu (12/11).
Helmi menjelaskan industri kreatif memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Terutama dengan posisi Balikpapan sebagai pintu gerbang Ibu Kota Nusantara (IKN). Kehadiran IKN membuka permintaan baru terhadap produk kuliner lokal, layanan kreatif digital, produksi film hingga konten animasi. Tentunya itu dapat menopang kebutuhan sektor pemerintahan, pariwisata dan ekonomi digital di kawasan tersebut.
Untuk itu, lanjutnya, pemerintah mengembangkan pendekatan berbasis kolaborasi dengan menggandeng komunitas kreatif, lembaga pendidikan dan pelaku usaha. Pemerintah kota ingin melihat pelaku ekonomi kreatif lokal mampu bersaing secara profesional dan menjalin kemitraan dengan investor yang ingin masuk ke sektor kreatif.
“Kami ingin pelaku kreatif di Balikpapan tidak hanya kuat di tingkat lokal tapi juga mampu membawa produknya ke tingkat nasional bahkan internasional. Menuju itu tentu perlu kolaborasi dan jaringan. Di situ peran pemerintah,” jelasnya.
Helmi menambahkan subsektor kuliner menjadi salah satu magnet utama yang terus menarik minat wisatawan dan investor. Sementara itu, industri film dan animasi menawarkan peluang kerja kreatif yang sangat relevan dengan perkembangan ekonomi digital.
“Kami melihat ekraf sebagai masa depan Balikpapan. Kota ini memiliki banyak bakat, dan tugas kami adalah memastikan talenta tersebut mendapat ruang untuk berkembang,” tambahnya. (man)
