DPRD Dorong Percepatan Penambahan Air Baku

Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mengambil langkah proaktif untuk mengatasi ancaman krisis air bersih. Pihak dewan mendorong pemerintah kota melakukan percepatan dalam menambah pasokan air baku. Langkah ini menjadi penting mengingat kota ini sedang menghadapi tantangan besar sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Saat ini, kata Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Gasali, warga Balikpapan menanggung beban akibat kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan air. Pertumbuhan penduduk yang melonjak membuat infrastruktur air yang ada saat ini tidak lagi mampu mencukupi konsumsi harian masyarakat secara merata.

“Informasi terakhir, defisit air baku diperkirakan mencapai sekitar 1.500 liter per detik. Itu jelas berdampak pada kemampuan distribusi kepada Masyarakat. Apalagi ada isu Elnino yang berakibat kemarau panjang,” ujarnya, Senin (04/05).

Gasali mengungkapkan saat ini Balikpapan mengalami kekurangan pasokan yang sangat signifikan. Angka defisit ini menjadi penyebab utama seringnya gangguan distribusi ke rumah-rumah warga. Menyikapi hal tersebut, ia meminta pemerintah tidak hanya bergantung pada satu sumber. Perlu adanya optimalisasi penuh pada waduk-waduk yang sudah ada melalui pengerukan sedimen secara berkala.

“Kita perlu meningkatkan kapasitas tampung air hujan sampai masuk musim kemarau. Pemerintah juga harus serius menjajaki kerja sama pemanfaatan air dari Sungai Mahakam. Ini adalah solusi kunci untuk menutup celah defisit yang sangat besar itu,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Gasali, Komisi IV mendesak percepatan pembangunan sumur dalam di titik-titik strategis pemukiman. Sumur dalam menjadi solusi jangka pendek yang paling realistis untuk menambah debit air secara cepat. Namun, pihak DPRD tetap menginginkan solusi jangka panjang yang paling menjanjikan melalui kerja sama antar daerah.

Ia menilai kolaborasi lintas kabupaten/kota menjadi kunci keberhasilan penyediaan air baku di masa depan. Proyek pipa transmisi dari Sungai Mahakam diharapkan mampu memberikan kepastian pasokan air bagi warga Balikpapan hingga puluhan tahun ke depan. Komisi IV siap mengawal skema pembiayaan proyek besar ini agar segera terealisasi.

“Kami minta PTMB terus memodernisasi sistem pengolahan airnya. Penambahan sumber air baku harus berbarengan dengan peningkatan efisiensi jaringan distribusi. Agar tidak banyak air yang terbuang akibat kebocoran pipa tua,” tambahnya. (san)