Pansus RSIA, Tunggu Audit BPK
Balikpapan – Pimpinan DPRD Kota Balikpapan memilih langkah hati-hati dalam menyikapi persoalan proyek RSIA Sayang Ibu. Pihak legislatif masih menahan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) hingga hasil audit resmi keluar dari instansi berwenang. Dewan kini menggantungkan langkah politik mereka pada dokumen hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta penilaian tim independen.
Langkah ini, kata Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Yono Suherman, bertujuan untuk memastikan setiap keputusan parlemen berpijak pada data yang valid dan objektif. Karena audit merupakan syarat mutlak sebelum melangkah ke tahap pengawasan yang lebih ekstrem. Ia ingin memastikan ada kecocokan antara progres fisik di lapangan dengan dana yang telah mengalir.
“Kami menunggu hasil audit dari BPK maupun penilaian tim independen. Ini sangat penting untuk membandingkan nilai pekerjaan yang sudah berjalan dengan anggaran yang telah cair,” ujarnya, Senin (04/05).
Yono menjelaskan DPRD memerlukan landasan hukum yang kuat sebelum menggulirkan Pansus. Baginya, audit akan mengungkap kebenaran mengenai isu selisih anggaran yang selama ini menjadi perbincangan hangat di ruang publik. DPRD kini terus memantau proses audit yang sedang berlangsung.
“Kalau hasil audit sudah keluar, baru kita bisa melangkah lebih jauh, termasuk pembentukan pansus. Kami tidak ingin ada kesalahan berulang dalam mengambil keputusan strategis,” jelasnya.
Menurut Yono auditor bekerja secara profesional dan mendalam untuk menyisir setiap potensi penyimpangan dalam kontrak kerja proyek rumah sakit tersebut. Ia menilai pembentukan Pansus tanpa dasar audit yang kuat justru akan melemahkan marwah pengawasan dewan. Maka DPRD berkomitmen untuk menjaga transparansi kasus ini agar tidak ada satu pun oknum yang mencoba bermain.
“Audit ini akan menjadi alat bukti utama kami. Begitu angkanya jelas dan ada temuan pelanggaran, maka Pansus akan langsung bergerak cepat melakukan investigasi mendalam,” tuturnya lagi.
Yono berharap tim independen untuk memberikan penilaian teknis yang jujur mengenai kekuatan struktur bangunan yang ada saat ini. Data teknis tersebut nantinya akan melengkapi hasil audit finansial untuk menentukan kelayakan proyek.
“Kami menjaga akuntabilitas lembaga. Pansus adalah instrumen berat, jadi kami harus memiliki peluru yang tepat untuk menembak permasalahan hingga ke akarnya,” tambahnya. (ana)
