DPRD Minta Tambahan SPBU Bio Solar

Balikpapan, Borneoupdate.com – DPRD Kota Balikpapan mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk segera menambah jumlah SPBU yang menyediakan Bio Solar. Langkah ini menjadi solusi mendesak guna mengatasi kemacetan parah akibat antrean kendaraan besar di jalur-jalur utama kota. Karena keterbatasan titik distribusi menjadi pemicu utama penumpukan kendaraan yang kian mengkhawatirkan.

Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri menyoroti ketimpangan yang tajam antara jumlah fasilitas pengisian dengan volume kendaraan yang ada. Saat ini, ketersediaan Bio Solar masih sangat terbatas pada beberapa titik saja. Kondisi ini memaksa ratusan sopir truk terkonsentrasi di satu lokasi yang sama, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas masyarakat umum.

“Dari 19 SPBU yang beroperasi, hanya dua yang buka untuk pelayanan Bio Solar. Ini menurut kami tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Makanya kami minta yang SPBU jangan hanya dua untuk Bio Solar,” ujarnya, Kamis (07/05).

Alwi menyebut kondisi di lapangan sudah menunjukkan realitas yang memprihatinkan setiap harinya. Ratusan truk harus mengantre panjang hingga memakan badan jalan selama berjam-jam. Fenomena ini tidak hanya menghambat produktivitas logistik, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya.

“Antrean sampai 300 sampai 500 truk. Ini bukan kondisi yang wajar dan tidak boleh kita biarkan terus-menerus. Kami ingin pihak terkait mencarikan solusi atas kondisi yang terjadi saat ini,” jelas politisi Golkar Balikpapan ini

Alwi meminta Pertamina dan dinas terkait untuk melakukan pemetaan ulang terhadap SPBU yang ada di Balikpapan. Ia menginginkan adanya pemerataan titik pengisian agar beban kendaraan tidak hanya bertumpu pada dua lokasi saja. Dengan sebaran yang lebih luas, dirinya optimis kepadatan di jalan raya dapat terurai secara signifikan.

Alwi juga menekankan pentingnya efisiensi waktu bagi para sopir angkutan. Menurutnya, waktu yang habis untuk mengantre solar seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan ritme distribusi barang. Hal ini tentu berdampak langsung pada stabilitas harga kebutuhan pokok yang diangkut oleh truk-truk tersebut.

“Kita harus memberikan akses yang lebih mudah bagi para pejuang logistik ini. Penambahan titik SPBU adalah kunci agar wajah kota tetap tertib tanpa antrean yang mengular,” tambahnya. (man)