Gandeng BPOM, Dinkes Cegah Keracunan Pangan
Balikpapan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Balikpapan memperkuat pengawasan terhadap bahan pangan yang digunakan dalamprogram Makanan Bergizi Gratis (MBG). Yakni dengan menggandeng Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Langkah ini bertujuan memastikan setiap bahan makanan yang dikonsumsi siswa bebas dari bahan berbahaya seperti formalin dan boraks.
Kepala Dinkes Balikpapan, Alwiati menjelaskan, kolaborasi ini menjadi bagian penting dari strategi pemerintah kota dalam mencegah potensi keracunan pangan di sekolah. Karena keamanan bahan pangan merupakan faktor utama dalam menjaga keberhasilan program MBG. Di mana setiap hari program ini menjangkau puluhan ribu peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA.
“Kami bekerja sama dengan BPOM untuk melakukan uji kimia terhadap bahan pangan yang digunakan dalam program MBG. Tujuannya agar tidak ada bahan berbahaya seperti formalin atau boraks yang berpotensi membahayakan anak-anak,” ujarnya, Selasa (11/11).
Alwiati mengatakan, keterlibatan BPOM dilakukan secara rutin melalui mekanisme pengambilan sampel di dapur Satuan Penyedia Porsi Gizi (SPPG) dan titik distribusi makanan. Hasil pengujian digunakan sebagai dasar evaluasi bagi penyedia bahan pangan dan pengelola SPPG. Karena BPOM mampu untuk melakukan uji kimia bahan pangan.
“BPOM memiliki fasilitas dan keahlian yang memadai untuk melakukan uji laboratorium. Dengan hasil pengujian ini, kami bisa memastikan kualitas makanan tetap sesuai standar kesehatan,” jelasnya.
Selain pengujian kimia, lanjut Alwiati, Dinkes juga memperkuat pengawasan kebersihan sanitasi di seluruh dapur penyedia makanan. Tim pengawas kesehatan lingkungan (Kesling) akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh proses pengolahan, penyimpanan dan distribusi makanan berjalan sesuai prosedur.
“Kami tidak ingin hanya fokus pada hasil akhirnya, tapi juga memastikan setiap tahapan pengolahan makanan dilakukan dengan benar, mulai dari kebersihan alat, bahan hingga tenaga yang mengolah,” tuturnya lagi.
Alwiati menambahkan, langkah pengawasan terpadu ini menjadi bagian dari sistem mitigasi risiko kesehatan yang dirancang untuk mencegah kasus luar biasa (KLB). Apalagi kasus keracunan MBG sempat terjadi di daerah lain. Maka Pemerintah Kota Balikpapan menaruh perhatian besar terhadap keamanan pangan karena menyangkut kesehatan siswa. (man)
