Gunung Sari Ilir Jadi Contoh Kampung Moderasi Beragama, Wujud Nyata Toleransi di Balikpapan
Balikpapan – Upaya memperkuat nilai-nilai toleransi dan keberagaman terus digalakkan di Kota Balikpapan. Salah satu wujud nyata dari inisiatif tersebut adalah pelaksanaan Implementasi Kampung Moderasi Beragama yang kali ini digelar di Kelurahan Gunung Sari Ilir, Kecamatan Balikpapan Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Masjid Al Muhayyar RT 28 dan dihadiri berbagai elemen masyarakat.
Hadir dalam kegiatan ini Camat Balikpapan Tengah Agung Budi Wibowo, Lurah Gunung Sari Ilir Arwani Ahmad, Kasi Bimas Islam Kemenag Balikpapan Drs. H. Abdul Hamid, S.Ag., serta perwakilan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RT, pengurus masjid, dan tokoh masyarakat. Selain itu, turut diundang sebagai narasumber AKP Tri Ekwan Djuniarto, SH, dari SAT Binmas Polda Kaltim, serta Septarini Wahyu Widiarti, ST, MT, dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan.
Camat Balikpapan Tengah Agung Budi Wibowo mengapresiasi program ini dan menekankan pentingnya pemahaman yang luas tentang moderasi beragama. “Moderasi beragama bukan hanya untuk satu kelompok, tetapi untuk semua umat beragama agar dapat hidup berdampingan dengan harmonis. Dengan pemahaman yang baik, kita bisa membangun lingkungan yang rukun dan aman,” ujarnya.
Senada dengan itu, Lurah Gunung Sari Ilir Arwani Ahmad menyoroti karakteristik warganya yang berasal dari beragam latar belakang agama dan etnis. “Di wilayah ini terdapat sekitar sepuluh gereja dan dua belas masjid. Selama ini, masyarakat hidup berdampingan dengan damai. Harapannya, Kampung Moderasi Beragama ini bisa menjadi wadah silaturahmi bagi warga dan tokoh masyarakat untuk semakin memperkuat keharmonisan,” tuturnya.
Kasi Bimas Islam Kemenag Balikpapan, H. Abdul Hamid, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertepatan dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, masyarakat diajak untuk berpartisipasi dalam kerja bakti membersihkan area masjid dan sekitarnya.
“Persiapan Ramadan bukan hanya soal membersihkan hati dan jiwa, tetapi juga lingkungan tempat ibadah. Kami berharap kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan warga,” pungkasnya.
Dengan adanya program ini, diharapkan Kampung Moderasi Beragama di Gunung Sari Ilir dapat menjadi contoh bagaimana keberagaman dapat dirawat dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, menciptakan harmoni dan toleransi di tengah masyarakat. (Man)
