PDAM Kembali Kaji Pemanfaatan Bendali
Balikpapan – Persoalan air bersih masih menjadi permasalahan utama bagi masyarakat Kota Balikpapan. Apalagi hingga kini, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung yang dulu bernama PDAM hanya mengandalkan Waduk Manggar dan sumur bor sebagai pemasok utama air baku. Karenanya dalam jangka pendek PDAM Balikpapan mempertimbangkan memanfaatkan keberadaan air di sejumlah bendungan pengendali banjir (bendali) sebagai sumber air baku.
Kepala Bagian Hubungan Pelanggan, Abdul Ramli mengatakan pemanfaatan air di bendali dapat menjadi alternatif jalan keluar dalam jangka pendek. Di Balikpapan setidaknya memiliki empat bendali. Semua bendali ini dibangun oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) III untuk mengatasi banjir.
“Balikpapan ini ada kurang lebih ada 4 bendali yang dibangun oleh BWS dan bedali-bedali itu fungsinya sebagai penyeimbang pengendali banjir. Kalau hujan ditampung ke situ (bendali), ditahan dulu. Kalau air laut surut maka itu dikeluarkan. Ini nantinya ke depan akan memanfaatkan,”ujarnya.
Untuk memanfaatkan air bendali tersebut, lanjut Ramli, maka PDAM harus mendapatkan ijin dari BWS. Hal ini dikarenakan akan ada perubahan fungsi bendali yang semula sebagai pengendali banjir menjadi bahan baku air PDAM.
“Harus izin dari BWS artinya fungsinya bendali tadi sudah berubah fungsi yang tadinya sebagai penyeimbang nanti akan dipakai menjadi bahan baku pengolahan air PDAM,” tuturnya lagi.
Menurut Ramli, jika PDAM menginginkan alih fungsi maka BWS juga harus mengubah fungsi bendali menjadi multi fungsi yakni sebagai pengendali banjir dan air baku PDAM, sehingga harus ada perubahan pada konstruksinya.
Selain itu, BWS juga harus melakukan beberapa hal sebelum mengalihfungsikan air bendali seperti menghitung curah hujan, membuang sedimen secara rutin dan melakukan kajian atau Feasibility Study (FS) sampai air benar-benar dapat dimanfaatkan sepenunya. (*/egi)
