SADAP Hadirkan Transparansi Data Perizinan Balikpapan

Balikpapan – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Balikpapan meluncurkan sebuah inovasi digital baru bernama SADAP. Singkatan dari Satu Data Perizinan ini menjadi solusi utama pemerintah dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik. Aplikasi ini menyajikan grafik data perizinan secara transparan, akurat, dan terintegrasi dengan sangat baik.

Aplikasi cerdas ini mengusung berbagai fitur unggulan untuk mempermudah pemantauan data di lapangan. Sistem SADAP mampu menyortir data Online Single Submission (OSS) secara khusus per kementerian terkait. Selain itu, pengguna dapat melakukan pencarian data reklame baliho di seluruh sudut kota secara cepat dan terbuka.

Kepala DPMPTSP Kota Balikpapan, Hasbullah Helmi, menyebut inovasi ini lahir untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih. Pihaknya ingin memotong jalur birokrasi yang rumit dalam penyajian data investasi. Kehadiran SADAP sekaligus menjawab tantangan kebutuhan data yang bergerak dinamis setiap hari.

“Kami menghadirkan SADAP untuk mendukung penuh keterbukaan informasi dan integrasi data yang akurat. Aplikasi SADAP memberikan kemudahan efisiensi kerja bagi berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan,” ujarnya, Selasa (28/07).

Helmi menjelaskan masyarakat dan aparatur pemerintah dapat mengoperasikan aplikasi ini dengan langkah yang sangat mudah. Pengguna hanya perlu melakukan proses login menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) masing-masing. Setelah masuk ke sistem, pengguna dapat langsung menyaring atau memfilter data berdasarkan rentang tanggal dan nama tertentu.

Sistem ini juga menyediakan fitur unduh dokumen untuk mendukung kebutuhan administrasi formal. Pengguna dapat melakukan ekspor file hasil penyaringan data tersebut ke dalam format PDF secara instan. DPMPTSP Balikpapan juga menyediakan video tutorial khusus agar pengguna dapat memahami seluruh alur pengoperasian platform ini dengan cepat.

“Kami berkomitmen dalam inovasi digital dan membangun ekosistem kerja yang modern. Data yang tersaji secara rapi akan meminimalkan potensi kesalahan komunikasi antar instansi pemerintah. Kan itu membantu pimpinan daerah,” jelasnya.

Helmi meminta seluruh elemen instansi pemerintah dan masyarakat untuk mulai memanfaatkan platform ini. Karena sinergi pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan kota. Sehingga perubahan ke sistem digital ini diharapkan mampu mencegah kesalahan dalam pelayanan masyarakat.

“Mari bersama-sama menyimak cara penggunaannya dan mewujudkan tata kelola data pelayanan publik yang jauh lebih baik serta akuntabel di Kota Balikpapan,” tambahnya. (san)