Tangani Sampah Pesisir, DLH Tambah 20 Personil

Balikpapan – Volume sampah di kawasan pesisir Kota Balikpapan menunjukkan tren kenaikan. Hal ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) perlu meningkatkan pengawasan dan pengelolaan secepatnya. Agar tidak terjadi penumpukan dan pencemaran lingkungan di sekitar pemukiman penduduk.

Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan kenaikan volume sampah itu terjadi di wilayah permukiman atas air Balikpapan Barat. Maka pihaknya mengambil langkah antisipasi setelah volume sampah di kawasan tersebut menunjukkan lonjakan signifikan. Terutama saat musim angin selatan dan air pasang.

“Kami tambah personil 20 orang untuk di wilayah Balikpapan Barat. Di situ kawasan cukup padat penduduk dan volume sampahnya sangat tinggi. Jadi membutuhkan perhatian ekstra. Maka kita lakukan antisipasi lewat penambahan petugas,” ujarnya, Rabu (09/04).

Sudirman menjelaskan penambahan ini melengkapi 60 petugas yang sebelumnya tersebar di 10 kelurahan pesisir. Di mana rata-rata volume sampah harian di wilayah pesisir mencapai 6 hingga 9 ton. Kondisi ini menjadi lebih kompleks saat terjadi air pasang atau angin selatan. Karena sampah dari laut terbawa arus dan mengendap di garis pantai ketika air surut.

“Sampah yang kami temukan tidak semuanya berasal dari warga sekitar. Banyak yang terbawa arus dari laut terbuka dan tersangkut di pesisir. Khususnya di area permukiman atas air. Itu yang menjadi fokus utama perhatian kita,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Sudirman, DLH tidak hanya menambah tenaga kerja. Tetapi juga memfokuskan pengawasan dan jadwal pembersihan di titik-titik rawan penumpukan. Mereka mengatur sistem kerja bergiliran agar petugas tetap siaga sepanjang hari. Bahkan juga melibatkan warga sekitar kawasan pesisir Balikpapan. Agar mereka turut serta dalam pengelolaan lingkungan berbasis komunitas yang berkelanjutan.

“Dengan sistem rotasi ini, kami memastikan wilayah pesisir tidak luput dari pemantauan. Kami tidak ingin tumpukan sampah menimbulkan gangguan lingkungan maupun kesehatan,” tuturnya lagi.

Sudirman menambahkan, pihaknya juga menggandeng tokoh masyarakat dan pengurus RT setempat agar warga lebih peduli terhadap kebersihan pesisir. Melalui program edukasi lingkungan, pihaknya mendorong partisipasi aktif warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara bijak. “Kami ajak masyarakat untuk memilah sampah dari rumah dan tidak membuangnya langsung ke laut atau bawah rumah panggung. Ini butuh kesadaran bersama,” tambahnya. (man)