DLH Sosialisasikan Aplikasi Bank Sampah
Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan memperkuat strategi pengurangan sampah. Salah satunya melalui pelatihan penggunaan aplikasi digital kepada pengelola bank sampah. Pelatihan ini berlangsung di Kantor DLH Kota Balikpapan dan melibatkan sejumlah pengelola bank sampah yang tersebar di kota minyak.
Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyebut upaya ini bertujuan menghasilkan data yang akurat dan terintegrasi dalam sistem pengelolaan sampah. “Kami ingin semua bank sampah di Balikpapan mampu mencatat dan melaporkan aktivitasnya secara digital. Data yang rapi dan akurat akan mempercepat langkah kami dalam menekan volume sampah kota,” ujarnya, Selasa (27/05).
DLH, lanjut Sudirman, secara langsung mengenalkan aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah) kepada para peserta pelatihan. Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah pencatatan transaksi dan pengelolaan data sampah yang masuk dan keluar dari bank sampah.
Selain itu, DLH juga memperkenalkan dua aplikasi serupa yang bermitra dengan pemerintah setempat. Yakni aplikasi BSI Kota Hijau yang selama ini digunakan oleh pusat pengendalian lingkungan hidup Kalimantan. Lalu ada lagi aplikasi Pegadaian Peduli milik PT Pegadaian. Aplikasi ini membuka peluang bagi masyarakat untuk menukar sampah bernilai ekonomis dengan layanan pegadaian.
“Melalui aplikasi-aplikasi ini, kami bisa langsung memonitor data bank sampah secara real-time. Ini sangat membantu dalam menyusun kebijakan berbasis data. Intinya memang berada pada animo warga untuk terlibat dalam pemilahan sampah,” jelasnya.
Menurut Sudirman digitalisasi sistem pengelolaan sampah memberikan banyak manfaat. Karena sebagai bentuk integrasi antara ekonomi sirkular dan layanan keuangan. Para pengelola bank sampah akan mudah memahami cara kerja aplikasi yang diperkenalkan. Mengingat selama ini mereka masih menggunakan pencatatan secara manual.
“Kami ingin pengelola bank sampah jadi lebih paham pentingnya pencatatan digital. Selama ini mereka manual. Nah sekarang bisa lebih cepat dan transparan. Tinggal proses pemanfaatan teknologi ini di lapangan,” tuturnya lagi.
Sudirman berharap pelatihan ini mampu mendorong seluruh bank sampah di kota tersebut untuk segera beralih ke sistem digital. Pihak DLH menargetkan seluruh bank sampah aktif di Balikpapan menggunakan aplikasi SIMBA dan aplikasi pendukung lainnya sebelum akhir tahun ini. Agar sinergi antara bank sampah, teknologi dan masyarakat mendukung pencapaian target pengurangan sampah secara signifikan. (man)
