Wawali Ajak ASN Budayakan Donor Darah
Balikpapan – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai budaya rutin. Ia menilai, aksi kemanusiaan ini mencerminkan nilai empati dan tanggung jawab sosial yang sejalan dengan visi Pemerintah Kota Balikpapan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) berkarakter.
Dalam sambutannya pada kegiatan donor darah memperingati HUT ke-54 KORPRI, Bagus mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi semangat kemanusiaan di tengah kesibukan aparatur pemerintah. Karena kepedulian sosial seperti donor darah merupakan bagian dari pengabdian ASN di luar tugas administratif.
“Mari kita rawat cinta dan kepedulian dalam diri kita dengan meluangkan waktu untuk donor darah. Satu kantong darah, satu harapan, satu kehidupan. Itu harusnya sudah bisa menjadi budaya kita di kalangan ASN,” ujarnya, Senin (10/11).
Bagus menyebut, budaya donor darah tidak hanya membantu Palang Merah Indonesia (PMI) menjaga stok darah di rumah sakit. Tetapi juga memperkuat jiwa sosial dan solidaritas di kalangan ASN. Maka dirinya mendorong ASN dan masyarakat menjadikan donor darah sebagai tradisi kemanusiaan.
“ASN harus menjadi teladan dalam setiap tindakan kemanusiaan. Karena pengabdian bukan hanya soal pelayanan publik tapi juga bagaimana kita peduli terhadap sesama. Jangan sampai jaman modern kepedulian hilang,” jelasnya.
Bagus menilai, kegiatan sosial seperti donor darah merupakan refleksi nyata dari nilai gotong royong dan integritas aparatur yang menjadi bagian penting dalam reformasi birokrasi. Pemerintah, lanjutnya, ingin membangun ASN yang tidak hanya kompeten dan profesional namun juga berjiwa sosial tinggi.
“Kami ingin ASN Balikpapan dikenal sebagai aparatur yang berintegritas, berempati, dan punya kepedulian nyata. Kegiatan seperti ini adalah bentuk sederhana namun berdampak besar. Makanya saya ingin ini jadi budaya ASN,” tuturnya lagi.
Untuk itu, Bagus mendorong setiap instansi di lingkungan Pemkot Balikpapan untuk menjadikan kegiatan donor darah sebagai agenda rutin minimal setiap tiga bulan sekali. Menurutnya, langkah ini tidak hanya memperkuat hubungan sosial antar pegawai. Bahkan menumbuhkan rasa tanggung jawab moral terhadap kebutuhan masyarakat luas. (ibn)
