BPPDRD Dorong Digitalisasi Destinasi Wisata

Balikpapan – Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan terus berinovasi dalam mendukung tata kelola keuangan daerah berbasis teknologi. Terbaru, instansi ini mendorong digitalisasi destinasi wisata untuk mempercepat penerapan sistem pembayaran non tunai di sektor pariwisata. Khususnya di wilayah kerja sama sister city antara Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser.

Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham menjelaskan langkah ini bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran yang lebih efisien, transparan dan aman. Sekaligus memperkuat integrasi ekonomi antar daerah. Di mana ketiga daerah ini berdekatan dan bisa memperkuat kerja sama antar daerah dalam mewujudkan ekosistem wisata digital.

“Kami ingin semua sektor, termasuk pariwisata, bisa beradaptasi dengan sistem digital. Pembayaran non tunai bukan hanya tren, tapi kebutuhan untuk mempercepat pelayanan publik dan transparansi keuangan daerah,” ujarnya, Sabtu (18/10).

Idham mengatakan, program digitalisasi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong transformasi digital daerah. Melalui sistem ini, wisatawan nantinya dapat melakukan pembayaran retribusi, tiket masuk hingga pembelian produk lokal melalui QRIS dan platform digital resmi pemerintah.

“Kami sudah mulai melakukan penjajakan kerja sama dengan pelaku usaha wisata dan perbankan untuk memfasilitasi sistem pembayaran non tunai. Nanti ada ujicoba di sejumlah destinasi wisata. Goalnya tentu pengelolaan keuangan daerah yang lebih akurat dan efisien,” jelasnya.

Langkah tersebut, lanjut Idham, tidak hanya mendukung efisiensi pendapatan daerah tapi juga memperkuat posisi Balikpapan sebagai kota digital yang siap menyambut era Smart City. Selain itu, digitalisasi pembayaran diyakini dapat mengurangi potensi kebocoran pendapatan daerah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak dan retribusi daerah.

“Digitalisasi ini bukan sekadar soal teknologi tapi soal perubahan budaya kerja. Kami ingin seluruh pihak terlibat aktif agar sistem ini benar-benar membawa manfaat bagi daerah. Jadi kita daerah bertetangga bisa sama-sama maju,” tuturnya lagi.

Dalam jangka panjang, tambah Idham, BPPDRD menargetkan seluruh sektor retribusi, termasuk pariwisata, perhotelan, serta hiburan, sudah sepenuhnya terintegrasi dalam sistem digital. Langkah ini demi mempercepat transformasi digital di bidang pariwisata dan komitmen mendorong kemandirian ekonomi berbasis teknologi dan transparansi. (ibn)