Pemkot Kembangkan Kawasan Pertanian Bukit Sinjai

Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus memperkuat strategi ketahanan pangan daerah dengan mengembangkan sektor pertanian di kawasan Bukit Sinjai. Kawasan ini memiliki sekitar 100 hektare lahan potensial yang kini mulai digarap untuk mendukung produksi bahan pangan lokal. Termasuk memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan pengembangan pertanian menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pasokan dari luar. Sekaligus menciptakan sistem pangan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat setempat. Apalagi pembangunan sektor pertanian bukan hanya upaya menjaga ketersediaan pangan. Tetapi juga bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kita perlu dorong petani dan pelaku usaha mengembangkan budidaya lahan. Ini bukan sekadar tantangan. Ini juga peluang besar untuk memperkuat ketahanan pangan kota. Kita semua tahu kota ini tergantung pasokan daerah lain,” ujarnya, Ahad (02/11).

Bagus menjelaskan, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan strategi optimalisasi lahan pertanian dengan fokus pada peningkatan produktivitas. Pemerintah akan memberikan dukungan berupa penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi serta pendampingan teknis bagi para petani. Tinggal proses di lapangan dari kelompok tani agar program ini bisa berjalan.

“Kami ingin lahan pertanian di Bukit Sinjai menjadi model pengembangan pangan lokal. Makanya perlu manajemen yang baik. Kawasan ini jelas bisa menyuplai sebagian kebutuhan sayuran, umbi dan buah bagi masyarakat lokal,” jelasnya.

Selain dukungan infrastruktur, lanjut Bagus, pemerintah juga melibatkan kelompok tani dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) dalam rantai produksi dan distribusi pangan. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pangan yang mandiri. Mulai dari proses tanam hingga pemasaran hasil panen.

“Kami akan bantu akses pasar agar hasil pertanian lokal bisa masuk ke jaringan ritel modern maupun pasar tradisional. Jadi petani tidak hanya menanam. Mereka harus bisa menikmati nilai tambah dari hasil produksinya,” tuturnya lagi.

Bagus menambahkan, Balikpapan memang memiliki keterbatasan lahan produktif, namun potensi pertanian perkotaan (urban farming) bisa dikembangkan secara maksimal. Pemerintah berkomitmen menjadikan Bukit Sinjai sebagai pusat pelatihan dan pengembangan pertanian modern. Termasuk pemanfaatan teknologi hidroponik dan irigasi hemat air. (man)