Tekan Kasus Kekerasan, DP3AKB Kampanyekan KIE

Balikpapan – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan berkomitmen memperkuat upaya komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) tentang hak anak dan pencegahan kekerasan. Hal ini DP3AKB sebagai strategi utama dalam menekan kasus kekerasan anak yang masih muncul di beberapa wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose mengatakan masyarakat perlu memperoleh pemahaman yang lebih kuat tentang hak-hak anak. Termasuk bagaimana cara mencegah kekerasan berbasis keluarga maupun lingkungan sekitar. Karena itu, edukasi menjadi fondasi penting dalam mencegah kekerasan sejak dini.

“Kami menekankan pentingnya KIE karena perlindungan anak tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Tapi juga tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. Kita harus bergerak bersama mencegah kekerasan terhadap anak-anak,” ujarnya, Sabtu (22/11).

Nursyamsiarni menjelaskan KIE berperan sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. DP3AKB ingin memastikan setiap warga memahami bentuk-bentuk kekerasan, mekanisme pelaporan, serta hak anak atas perlindungan dan pengasuhan yang aman. Mengingat sebagian besar kasus kekerasan anak muncul karena minimnya pemahaman keluarga.

“Kami ingin orang tua, guru dan komunitas memahami anak berhak tumbuh tanpa kekerasan. Pemahaman itu harus hadir lewat edukasi yang intensif. Jadi orang tua harus pintar juga mengasuh anak ketika mereka sudah berkeluarga,” lanjutnya.

Selain melakukan kampanye langsung, lanjut Nursyamsiarni, DP3AKB juga memanfaatkan media sosial, lomba edukatif, dialog publik serta kolaborasi dengan lembaga pendidikan. Ia menilai penyebaran pesan perlindungan anak akan lebih efektif ketika masyarakat menerima informasi dari berbagai kanal.

“Kami menggunakan berbagai platform agar pesan perlindungan anak sampai ke seluruh warga. Edukasi tidak boleh berhenti di ruang kelas atau seminar. Semua harus berwujud praktek di lapangan agar jelas tindak lanjutnya,” tuturnya lagi.

Nursyamsiarni menambahkan penguatan KIE juga bertujuan meningkatkan kesadaran pelaporan. Banyak kasus kekerasan anak tidak terungkap karena masyarakat takut atau tidak memahami alur pengaduan. Makanya DP3AKB Balikpapan terus mengoptimalkan kerja sama dengan kepolisian, tenaga kesehatan, dinas pendidikan dan organisasi masyarakat.

“Kami perlu memastikan masyarakat berani melapor. Kanal pengaduan sudah tersedia dan pemerintah siap memberikan perlindungan penuh kepada korban,” tambahnya. (man)