BPPDRD Rombak Total Sistem Pajak Daerah
Balikpapan – Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan terus melakukan gebrakan baru. Mereka kini tidak hanya mengejar angka penerimaan semata. Instansi ini sedang merombak total sistem pengelolaan pajak daerah agar lebih modern dan transparan.
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham Mustari mengatakan komitmennya dalam melakukan pembenahan internal. Ia ingin sistem pajak di Balikpapan memiliki fondasi yang kuat. Langkah ini bertujuan agar pelayanan kepada masyarakat berjalan lebih efisien.
“Kami melakukan upaya optimalisasi yang tidak hanya berfokus pada peningkatan angka penerimaan. Fokus utama kami sekarang adalah penguatan sistem pengelolaan pajak daerah secara menyeluruh,” ujarnya, Kamis (16/04).
Menurut Idham, sistem yang kuat akan meminimalkan kebocoran anggaran. BPPDRD kini memperluas basis pajak dengan menyisir potensi-potensi baru di lapangan. Tim di lapangan bekerja ekstra untuk memetakan objek pajak yang selama ini belum terdata dengan maksimal.
Selain perluasan basis, peningkatan kepatuhan wajib pajak menjadi prioritas selanjutnya. Namun, Idham memilih cara yang lebih humanis. Ia mengedepankan pendekatan persuasif daripada sekadar memberikan sanksi tegas kepada warga.
“Kami ingin wajib pajak merasa nyaman saat memenuhi kewajibannya. Pendekatan persuasif membantu membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Transformasi paling mencolok, lanjut Idham, terlihat pada sisi layanan publik. BPPDRD Balikpapan kini memacu digitalisasi layanan secara masif. Warga kini bisa mengakses berbagai layanan perpajakan hanya melalui ponsel pintar mereka.
Digitalisasi ini memangkas birokrasi yang sebelumnya dianggap berbelit-belit. Proses pembayaran dan pelaporan menjadi jauh lebih cepat. Idham percaya bahwa kemudahan teknologi akan otomatis mendorong warga untuk lebih taat pajak.
“Teknologi digital adalah kunci. Dengan layanan daring, wajib pajak tidak perlu lagi antre panjang. Semua proses menjadi transparan dan bisa mereka pantau secara langsung,” tuturnya lagi.
Ke depan, tambah Idham, BPPDRD akan terus menyempurnakan fitur-fitur layanan digital tersebut. Edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan platform digital juga terus berjalan. Idham optimistis, perbaikan sistem ini akan membawa dampak positif jangka panjang bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). (ibn)
