BPPDRD Siapkan Skema Retribusi Pasar Digital
Balikpapan – Pemerintah Kota Balikpapan terus berinovasi dalam mempermudah layanan bagi masyarakat. Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) kini tengah menggodok skema digitalisasi retribusi pasar. Langkah strategis ini menyasar percepatan transaksi di sektor pelayanan publik guna menghilangkan antrean panjang yang selama ini terjadi.
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham Mustari mengatakan kecepatan layanan menjadi indikator utama keberhasilan birokrasi modern. Pihaknya sedang merancang integrasi sistem pembayaran elektronik yang menyentuh langsung pedagang dan pengunjung pasar.
“Kami sedang menyiapkan skema serupa untuk retribusi pasar dan berbagai layanan publik lainnya. Kecepatan transaksi menjadi prioritas utama kami untuk memangkas waktu antrean warga,” ujarnya, Senin (06/04).
Idham menjelaskan sistem baru ini nantinya memungkinkan para pedagang membayar kewajiban mereka melalui kanal non-tunai. Petugas lapangan tidak lagi memungut uang tunai secara manual yang memakan waktu lama. Penggunaan aplikasi dan perangkat mobile menjadi ujung tombak dalam implementasi kebijakan ini.
Selain itu, lanjut Idham, digitalisasi pasar akan menciptakan transparansi yang lebih tinggi. Setiap transaksi tercatat secara otomatis ke dalam sistem kas daerah. Hal ini menutup celah kesalahan manusia dan memastikan akurasi data pendapatan setiap harinya.
“Warga dan pedagang jelas akan merasakan kemudahan. Mereka cukup melakukan pemindaian kode atau transfer lewat platform digital yang tersedia,” jelasnya.
Menurut Idham BPPDRD juga memetakan layanan publik lainnya yang membutuhkan sentuhan teknologi. Fokusnya adalah mengubah pola lama yang lambat menjadi proses digital yang instan. Tim teknis kini sedang melakukan uji coba perangkat di beberapa titik percontohan.
Penerapan teknologi ini juga bertujuan untuk meningkatkan produktivitas aparatur pemerintah. Dengan sistem yang serba otomatis, petugas dapat beralih melakukan fungsi pengawasan dan edukasi. Masyarakat pun tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk urusan administrasi retribusi.
Dirinya juga optimis perubahan ini akan mendapat dukungan luas dari warga Balikpapan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya transaksi digital terus meningkat seiring perkembangan zaman. Pemerintah hanya perlu menyediakan wadah yang aman, cepat, dan mudah diakses.
“Kami ingin warga merasa nyaman saat berurusan dengan layanan pemerintah. Digitalisasi adalah jawaban untuk pelayanan yang lebih manusiawi dan efisien,” tambahnya. (san)
