DLH Tambah 60 Petugas Kebersihan Pesisir
Balikpapan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan terus memperkuat pengelolaan kawasan pesisir. Salah satunya dengan menyiapkan penambahan 60 personel khusus. Langkah ini bertujuan mengantisipasi dan menangani peningkatan volume sampah yang terbawa arus laut ke sepanjang garis pantai kota.
Kepala DLH Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, menyampaikan 60 petugas tersebut akan tersebar di 12 kelurahan pesisir yang selama ini rentan terdampak sampah laut dan aktivitas pelayaran. Setiap kelurahan akan mendapatkan lima personel tambahan yang fokus menjaga kebersihan garis pantai.
“Kami akan tempatkan personel di 12 kelurahan pesisir seperti Baru Ulu, Baru Tengah, Mekar Sari, Kariangau, hingga Teritip. Petugas ini khusus menangani sampah yang terbawa ke pesisir akibat arus laut maupun aktivitas pelabuhan,” ujarnya, Jumat (11/04).
Sudirman menjelaskan Kota Balikpapan memiliki garis pantai sepanjang 45,6 kilometer dan total luas wilayah sebesar 50.330,57 hektare. Sebanyak 12 persen dari wilayah tersebut merupakan lautan yang langsung berbatasan dengan wilayah Ibu Kota Negara (IKN), serta Selat Makassar di sisi timur.
“Balikpapan berada di jalur strategis pelayaran nasional, yaitu Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Posisi ini membuat wilayah perairan kami cukup sibuk dan padat aktivitas, terutama pelayaran kapal barang dan penumpang,” jelasnya.
Menurut Sudirman, padatnya aktivitas pelabuhan turut memberi tekanan terhadap kondisi lingkungan. Khususnya dari sisi kemungkinan sampah yang terseret arus dan akhirnya menumpuk di garis pantai. “Pelabuhan menjadi salah satu titik kritis. Arus membawa berbagai jenis sampah dari laut dan ketika air surut semuanya mengendap di pantai-pantai kita,” tuturnya lagi.
Sudirman menambahkan, DLH Balikpapan tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, tetapi juga mengoptimalkan alat bantu seperti jaring sampah dan kubus apung di sejumlah muara sungai. Namun, dirinya mengakui kondisi medan yang cukup luas dan kompleks menuntut peningkatan jumlah personel di lapangan.
“Kami butuh sumber daya tambahan agar bisa menjangkau lebih banyak titik secara rutin. Semakin banyak personel, semakin cepat pula respon terhadap tumpukan sampah di lapangan. Makanya ini kita mau turunkan tenaga tambahan di pesisir,” pungkasnya. (man)
