Infrastruktur Jadi Tema Debat Jilid II
Balikpapan – Debat kedua calon wali kota dan wakil wali kota Balikpapan dalam rangka Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 akan berlangsung pada 7 November 2024. Debat ini diharapkan menjadi ajang untuk menggali visi dan program dari masing-masing kandidat dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat serta memperkuat infrastruktur kota yang menjadi pondasi kemajuan.
Tema yang diangkat dalam debat ini adalah ‘Infrastruktur dan Kebutuhan Dasar Publik’. Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Partisipasi Masyarakat KPU Balikpapan, Suhardy, menyampaikan bahwa debat akan dibagi menjadi dua subtema penting. “Subtema pertama, Kebutuhan Dasar Publik, akan membahas aspek kesehatan, pendidikan, dan ketersediaan air bersih. Ini adalah pilar-pilar penting yang harus diperhatikan untuk menjamin kesejahteraan masyarakat,” ungkap Suhardy, Senin (04/11/2024
Masyarakat sangat mengharapkan para calon pemimpin dapat memberikan solusi konkret terkait isu-isu dasar ini. Dalam konteks kesehatan, misalnya, penting bagi calon untuk menjelaskan strategi mereka dalam meningkatkan layanan kesehatan dan aksesibilitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Di sektor pendidikan, program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan sangat diperlukan, terutama untuk menghadapi tantangan global.
Selain subtema kebutuhan dasar, Suhardy juga menyoroti subtema kedua yang akan membahas infrastruktur kota. Ada banyak pertanyaan dari masyarakat seputar kinerja pembangunan pemerintah setempat. Khususnya ketika ada pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kaltim.
“Subtema kedua adalah Infrastruktur, yang mencakup peran Balikpapan sebagai kota penyangga IKN, serta pengembangan sektor transportasi dan teknologi. Kan kita tahu kota ini penyangga IKN. Jadi mau kemana arah pemangunannya,” jelasnya.
Debat ini, lanjut Suhardy, menjadi platform bagi kandidat untuk mempresentasikan program-program unggulan mereka, baik dalam pemenuhan kebutuhan dasar maupun dalam rencana pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan. Melalui debat ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami komitmen dan visi masing-masing calon dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi kota Balikpapan, baik sebagai kota mandiri maupun sebagai penyangga IKN.
“Kami ingin adanya diskusi yang terbuka dan informatif saat debat. Harapannya masyarakat tidak hanya bisa memberikan suara berdasarkan popularitas, tetapi juga berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang visi dan misi,” tambahnya. (Adv/man)
