Kampung Bungas Jadi Ruang Belajar Bersama

BAKIKPAPAN – Pembinaan dan monitoring yang digelar TP-PKK Kecamatan Balikpapan Tengah pada Sabtu (15/11) di Kampung Bungas, Kelurahan Gunung Sari Ilir, memperlihatkan bagaimana kawasan ini berkembang menjadi ruang belajar bersama bagi warga dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, produktif, dan berdaya.

Camat Balikpapan Tengah, Ariefdah Aida Kuntjoro, mengapresiasi kemajuan signifikan yang ditunjukkan Kampung Bungas. Menurutnya, berbagai inisiatif warga—mulai dari penataan pekarangan, pemanfaatan tanaman produktif, hingga gerakan kebersihan—menjadi bukti bahwa kampung ini tengah bergerak menuju kawasan yang mandiri dan berbasis partisipasi masyarakat.

“Inovasi dan komitmen warga terlihat sangat kuat. Semangat gotong royong menjadi kunci utama perubahan yang terjadi di Kampung Bungas,” ujarnya.

Gerakan Aku Hatinya PKK yang mendorong pemanfaatan lahan pekarangan serta program Gertak (Gerakan Serentak) dinilai telah menjadi katalis pembiasaan hidup sehat dan produktif bagi warga. Keduanya bukan hanya program, tetapi juga budaya baru yang perlahan mengakar di masyarakat.

Ketua TP-PKK Kecamatan Balikpapan Tengah, Dian Fitria Yunita Ariefdah, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan memperkuat pendampingan sekaligus memberikan motivasi bagi para kader agar program terus berjalan secara berkelanjutan.

“Kami ingin Kampung Bungas menjadi lingkungan yang tidak hanya rapi dan sehat, tetapi juga menjadi contoh bagaimana warga dapat berkreasi dan berdaya melalui gerakan PKK,” jelasnya.

Pembinaan ini pun menegaskan bahwa perubahan di Kampung Bungas bukan semata persiapan lomba atau penilaian tertentu. Lebih dari itu, kawasan ini tengah membangun budaya hidup bersih, produktif, dan saling peduli—budaya yang membawa dampak jangka panjang bagi kehidupan warga.

Suwanto, pembina Kampung Bungas, menambahkan bahwa kesiapan kampung mengikuti penilaian bukanlah tujuan utama. Fokus mereka tetap pada menjadikan Kampung Bungas tempat yang nyaman dan berdaya bagi seluruh warganya.

“Indikator lomba tentu kami perhatikan, tetapi yang utama adalah bagaimana kampung ini memberi manfaat nyata. Semua kami kerjakan bersama dalam semangat gotong royong,” ujarnya. (Man)