MTQ ke-53 Jadi Ajang Pemersatu Warga, Balikpapan Tengah Siap Berkontribusi Maksimal

BALIKPAPAN – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Kota Balikpapan tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni baca Al-Qur’an, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan antarwarga. Kecamatan Balikpapan Tengah datang dengan semangat untuk berkontribusi pada suksesnya penyelenggaraan sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di kota ini.

Usai pembukaan MTQ pada Jumat (14/11) malam, Camat Balikpapan Tengah, Ariefdah Aida Kuntjoro, menegaskan bahwa keikutsertaan kafilah bukan semata mengejar gelar, tetapi ikut menjaga tradisi dan marwah kegiatan keagamaan yang menjadi kebanggaan masyarakat.

“Yang terpenting adalah silaturahmi dan nilai-nilai Qurani yang tumbuh dari MTQ ini. Soal hasil, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT,” ujar Ariefdah.

Dengan jumlah 88 peserta, kafilah Balikpapan Tengah menunjukkan kesiapan untuk menghidupkan seluruh cabang lomba yang diperlombakan. Kehadiran kontingen besar ini memberikan warna tersendiri sekaligus memperkuat semarak MTQ.

Menurut Ariefdah, berbagai persiapan yang dilakukan—mulai dari pelatihan hingga pendampingan mental—bertujuan agar peserta dapat tampil percaya diri dan membawa nilai-nilai kebaikan selama mengikuti kompetisi.

“Kami ingin para peserta menjadikan MTQ sebagai sarana belajar, bersilaturahmi, dan memperluas wawasan keagamaan. Itulah esensi terpentingnya,” paparnya.

Ariefdah juga memberikan apresiasi kepada Kecamatan Balikpapan Utara selaku tuan rumah, berharap MTQ kali ini berjalan lancar, meriah, dan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.

Keikutsertaan Balikpapan Tengah diharapkan tidak hanya memperkuat semangat kompetisi yang sehat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kolektif dalam merawat tradisi keagamaan dan memperkokoh harmoni antarwilayah di Kota Balikpapan.
(Man)