Musim Hujan, PDAM Khawatirkan Pipa

Balikpapan – Kondisi penghujan seperti saat cukup menguntungkan bagi PDAM Kota Balikpapan yang mengandalkan waduk tadah hujan sebagai sumber air baku. Namun di sisi lain, kontur tanah di Balikpapan yang rawan pergerakan juga berpotensi menimbulkan kerusakan pada pipa jaringan yang menyuplai air ke pelanggan.

Direktur Teknik PDAM Kota Balikpapan, Airef Purnawarman mengatakan kondisi ini seringkali membuat pihaknya mengambil langkah menghentikan pasokan produksi air ke pelanggan. Bahkan sampai menyentuh angka melebihi 50% karena kerusakan terjadi pada pipa air baku cuku parah.

“Contohnya pipa air baku dari waduk Manggar. Pipa ini punya panjang kurang lebih 15 Kilo meter dari km.12 Jalan Soekarno Hatta menuju MT.Haryono DAM. Kalau sudah ada titik yang rusak sangat darurat kondisinya,” ujarnya.

Kondisi ini, lanjut Arief, juga berdampak kepada pasokan yang dialirkan ke rumah-rumah pelanggan. Biasanya ada pelanggan yang daerahnya lebih dahulu mengalami tekanan distribusi yang kecil bahkan tidak mengalir lebih dahulu. Kemudian saat perbaikan sudah selesai dilakukan, masih ada proses normalisasi. Proses ini merupakan pendistribusian kembali air ke rumah pelanggan yang menyesuaikan waktu dan jarak, tergantung jauh dekat, tinggi rendah rumah pelanggan itu sendiri.

“Apalagi kita tahu kontur Kota Balikpapan yang 80% adalah berbukit bukit dan lembah, seperti daerah Balikpapan Utara dan Balikpapan Barat, sangat membutuhkan waktu. Makanya kami mohon warga bersabar saat ada pekerjaan perbaikan yang diharapkan dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan,” tambahnya. (ana)