PDAM Cari Air Baku Alternatif

Balikpapan – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Manuntung Kota Balikpapan terus mengupayakan berbagai solusi ketersediaan air baku. Salah satunya melalui rencana proyek desalinasi air laut di tahun ini.

Direktur Utama Perumda yang dulu bernama PDAM Kota Balikpapan, Haidir Effendi mengatakan pencarian air baku menjadi fokus pihaknya di tengah peningkatan kebutuhan sambungan air. Mengingat pertumbuhan jumlah rumah setiap tahunnya belum berbanding lurus dengan ketersediaan air baku.

“Saat ini pasokan air baku hanya mengandalkan waduk Manggar dan Teritip. Itu juga terbatas sifatnya. Makanya perlu ada solusi terkait potensi defisit air yang menjadi kebutuhan utama masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.

Mengenai proyek desalinasi air laut, lanjut Haidir, kegiatan tersebut masih dalam tahap perencanaan dokumen dan lelang. Setelah sempat tertunda pada tahun 2020 lalu. Namun kebutuhan anggaran dari proyek ini cukup besar. Yakni mencapai Rp 150 miliar bahkan bisa lebih.

“Kami sedang mempersiapkan kembali dokumen dan persyaratan lelang desalinasi air laut di tahun ini. Kalau sudah selesai akan segera rilis penawaran lelangnya. Tapi kembali lagi tergantung bagaimana minat investornya,” tuturnya lagi.

Menurut Haidir, ada beberapa alternatif yang sedang ditempuh PDAM dalam upaya mendapatkan pasokan air baku. Seperti pembangunan embung Aji Raden, Sungai Mahakam hingga waduk Sepaku. Dari ketiga alternatif tersebut, PDAM sangat berharap pasokan dari waduk Sepaku cukup sesuai dengan anggaran yang tersedia.

“Kita terus upayakan dapat air bakua. Semua cara terus dicoba. Semoga ada yang berhasil dan sesuai kemampuan keuangan kita. Ini kondisi serba terbatas apalagi masih pandemi Covid-19,” pungkasnya. (san)