PDAM Upayakan Penurunan Kehilangan Air
Balikpapan – Perumda Tirta Manuntung (PDAM) Kota Balikpapan terus berupaya menurunkan tingkat kehilangan air di sistem distribusi kepada pelanggan. Hal itu sebagai upaya PDAM di tengah kondisi ketersediaan air baku yang masih terbatas sementara jumlah pemohon sambungan baru terus meningkat setiap tahunnya.
Menghadapi hal ini, anggota dewan pengawas Perumda Tirta Manuntung (PDAM) Kota Balikpapan, Adi Supriadi mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi lapangan untuk menekan tingkat kehilangan air saat distribusi. Adapun penyebab kebocoran atau kehilangan air ini salah satunya karena adanya tindak pencurian air oleh oknum warga yang tida bertanggung jawab.
“Kehilangan air bisa juga berdampak pada aspek kuantitas. Bicaranya debit tidak cukup karena kekurangan air pada jam puncak. Kan pada gilirannya efeknya sulit untuk menambah pada sambungan baru di masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.
Adi menjelaskan PDAM telah melakukan berbagai upaya. Seperti penggantian meteran per 4 tahun atau sekitar 2.000 meter kubik, pemasangan alat ukur untuk pemantauan tekanan jaringan pipa, serta audit pelanggan. Yakni dengan pembentukan zona studi jaringan dan survei pelanggan pemakaian 0 meter kubik. Meski begitu, ia mengakui tindak pencurian air masih tetap ada. Hanya memang belum ditemukan.
“Dewas mencoba menganalisa. Bisa saja nanti bersama Dirtek untuk merekomendasikan memfungsikan District Meter Area (DMA) sehingga manajemen tekanannya bisa terukur. Atau pengawasan dan penggantian secara bertahap pipa-pipa tua yang berusia di atas 20-30 tahun,” tambahnya. (mna)
