Komisi II Pertanyakan Kesiapan PTMB Hadapi El Nino
Balikpapan – Komisi II DPRD Kota Balikpapan memberikan peringatan dini kepada manajemen Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) terkait potensi krisis air baku. Para wakil rakyat meminta perusahaan pelat merah tersebut segera menyusun langkah mitigasi untuk menghadapi fenomena El Nino yang mengancam ketahanan air kota.
Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, menyoroti risiko penurunan curah hujan yang drastis akibat perubahan iklim ini. Ia menilai ketergantungan Balikpapan pada air hujan untuk mengisi waduk tadah hujan sangatlah tinggi. Tanpa persiapan yang matang, kondisi ini dapat memicu kelangkaan pasokan air bersih yang merugikan pelanggan.
Taufik mendesak PTMB agar tidak menunggu krisis terjadi baru melakukan tindakan. Ia menginginkan adanya pemetaan teknis mengenai ketersediaan air baku di Waduk Manggar dan Waduk Teritip secara berkala. Hal ini bertujuan agar perusahaan memiliki data akurat dalam mengambil keputusan strategis sebelum memasuki puncak musim kemarau.
“Kami mengingatkan PTMB agar melakukan antisipasi dini pelayanan kepada pelanggan. Jangan sampai masyarakat kesulitan air saat dampak El Nino mulai terasa kuat di lapangan,” ujarnya, Rabu (15/04).
Taufik menyebutkan pentingnya manajemen distribusi yang lebih adil jika debit air mulai menyusut. Ia meminta PTMB menyiapkan armada tangki air tambahan untuk menjangkau wilayah-wilayah yang berada di dataran tinggi. Kawasan tersebut biasanya menjadi yang pertama terdampak saat tekanan air di pipa distribusi menurun.
Taufik juga mendorong PTMB untuk melakukan perawatan intensif pada seluruh mesin pompa dan jaringan pipa. Ia tidak ingin kebocoran pipa justru memperparah kondisi keterbatasan pasokan air bersih selama periode kering. Efisiensi setiap tetes air menjadi harga mati dalam menghadapi tantangan alam ini.
“Fenomena El Nino ini nyata dan berdampak langsung pada berkurangnya curah hujan. Kondisi ini berujung pada keterbatasan pasokan air bersih jika kita tidak siap dari sekarang,” tuturnya lagi.
Selain sisi teknis, tambah Taufik, Komisi II meminta PTMB meningkatkan kualitas komunikasi publik kepada para pelanggan. Perusahaan harus memberikan informasi yang transparan mengenai jadwal distribusi jika terpaksa melakukan penggiliran. Transparansi informasi akan membantu masyarakat dalam merencanakan penggunaan air di rumah tangga masing-masing secara lebih hemat. (ibn)
