DPRD Desak Perombakan Sistem Rekrutmen PTMB

Balikpapan – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menyoroti tajam sistem rekrutmen Sumber Daya Manusia (SDM) di tubuh Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB). Para wakil rakyat menilai mekanisme penjaringan tenaga kerja di perusahaan pelat merah tersebut masih memerlukan pembenahan total.

Kritik ini, kata Wakil Ketua DPRD, Budiono Sastro Prawiro, mencuat seiring tuntutan masyarakat terhadap perbaikan layanan air bersih yang semakin tinggi. DPRD memandang kualitas layanan sangat bergantung pada kompetensi personel yang mengelola operasional perusahaan. Tanpa sistem rekrutmen yang sehat, target profesionalisme perusahaan sulit tercapai.

Ia menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan seleksi. Ia meminta manajemen PTMB meninggalkan pola-pola lama yang tertutup. Baginya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mendapatkan talenta terbaik di Kota Beriman.

“Rekrutmen harus terbuka dan sesuai kualifikasi. Jangan sampai ada kesan titipan yang justru mengganggu profesionalisme,” ujarnya, Selasa (07/04).

Budiono menilai seleksi berbasis kompetensi merupakan nilai penting bagi perusahaan daerah. PTMB membutuhkan tenaga ahli yang memahami teknis perairan serta manajemen pelayanan publik yang modern. Masuknya personel melalui jalur “titipan” hanya akan membebani struktur organisasi dan merusak mental kerja karyawan lainnya.

DPRD menginstruksikan agar setiap posisi jabatan memiliki standar kualifikasi yang jelas dan terukur. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap individu yang bergabung benar-benar mampu menjalankan tugas secara efektif. Profesionalisme sejak tahap awal penerimaan akan berdampak langsung pada kecepatan pengambilan keputusan di lapangan.

Budiono juga mengingatkan fungsi PTMB sebagai pengelola hajat hidup orang banyak. Kesalahan SDM akibat proses rekrutmen yang cacat akan merugikan ribuan pelanggan. Oleh karena itu, ia mendesak adanya pengawasan ketat dalam setiap proses penerimaan karyawan baru guna menghindari praktik nepotisme.

“Kita ingin PTMB diisi oleh orang-orang yang memang ahli di bidangnya. Jika sistem rekrutmennya sudah benar, maka performa perusahaan otomatis akan meningkat. Kan Tingkat kepercayaan warga terhadap PTMB juga bisa terus membaik,” lanjutnya.

Pihaknya, tambah Budiono, menunggu langkah nyata dari jajaran direksi PTMB untuk membenahi internal mereka. Pembenahan sistem rekrutmen menjadi ujian pertama bagi komitmen perusahaan dalam mewujudkan tata kelola yang bersih. (man)