Hasil Investigasi Waduk Baru Keluar 1,5 Bulan
Balikpapan – Proses investigasi oleh tim yang yang terdiri dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Wilayah Sungai (BWS) IV Samarinda terhadap kebocoran waduk Telaga Sari ternyata memerlukan waktu yang cukup panjang. Sejak mengalami penyusutan secara mendadak sejak 17 Mei 2021 lalu, kegiatan investigasi ini diperkirakan baru bisa diketahui dalam waktu 1,5 bulan ke depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan, Andi M. Yusri mengatakan koordinasi dengan BWS IV untuk proses investigasi terhadap waduk Telaga Sari saat ini terus berlanjut. Namun pengumuman hasilnya tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat karena memerlukan waktu sampai sebulan lebih. Meski temuan kebocoran di waduk Telaga Sari yang menyebabkan volume air di dalam waduk menyusut dan dikhawatirkan berpotensi menimbulkan bahaya air bah ketika hujan lebat.
“Saat ini masih dalam proses investigasi kita punya waktu untuk proses investigasi ini kurang lebih satu setengah bulan,” ujarnya kepada wartawan di kantor Walikota Balikpapan, Selasa (01/06).
Adapun saat ini, lanjut Yusri, pihaknya sedang melakukan pengeboran terhadap lapisan-lapisan tanah yang ada di bawah kemudian akan dilanjutkan dengan melakukan pemetaan georadar untuk menentukan kalau memang ada rongga. Sambil menunggu investigasi itu pihak pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi dampak dari kebocoran waduk tersebut.
“Kami menutup sementara 10 lobang yang menjadi titik kebocoran dan meminta agar warga yang tinggal di tiga RT sekitar lokasi pintu air Waduk Telaga Sari untuk meningkatkan kewaspadaan ketika hujan lebat turun. Nanti kalau sudah ada hasilnya kami akan tiap minggu merilis hasil dari investigasinya,” tuturnya lagi.
Sementara itu, menurut Yusri, terkait adanya dugaan rongga atau terowongan di dalam tanah di lokasi waduk Telaga Sari, pihaknya belum bisa menyebutkan secara pasti sampai ada hasil investigasi yang resmi dikeluarkan. Sebagai antisipasi terhadap potensi kejadian saat adanya hujan lebat turun, pemerintah menyiapkan pompa sedot untuk mencegah kenaikan volume air di sekitar lokasi waduk.
“Kalau itu (terowongan) saya belum bisa pastikan, sebelum ada hasil investigasinya. Jadi tindakan kami masih sama seperti sebelumnya yakni pemasangan karung pasir dan pengawasan volume air waduk,” jelasnya.
Yusri menambahkan hasil investigasi yang dibuat tidak digunakan untuk menentukan penyebab mengeringnya air. namun juga akan dipergunakan sebagai dasar dalam melakukan tindakan perbaikan atas kebocoran di Waduk Telaga Sari. (ebi)
