DPRD Usulkan Relokasi Puskesmas Gunung Samarinda

Balikpapan – Komisi III DPRD Kota Balikpapan memberikan perhatian serius terhadap kondisi Puskesmas Gunung Samarinda. Fasilitas kesehatan ini dinilai sudah tidak mampu menampung volume pasien yang terus meningkat. Kapasitas gedung yang terbatas memicu antrean panjang hingga memakan badan jalan.

Kondisi ini, kata Wakil Ketua Komisi III, Halili Adinegara, memicu keluhan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Pasien yang mengantre terpaksa berdiri di area luar gedung karena ruang tunggu yang penuh sesak. Hal ini tidak hanya mengurangi kenyamanan pasien. Namun juga membahayakan keselamatan warga dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Puskesmas yang ada di Gunung Samarinda sudah tidak memadai. Antrean masyarakat sampai ke jalan, bahkan mengganggu akses lalu lintas. Ini harus segera ditangani,” ujarnya, Senin (04/05).

Halili meminta pemerintah kota segera mengambil langkah nyata. Ia menyebut kondisi pelayanan di Puskesmas Gunung Samarinda saat ini sudah jauh dari kategori layak. Apalagi pertambahan penduduk di wilayah Gunung Samarinda bergerak sangat cepat. Sementara hal ini tidak berbanding lurus dengan pengembangan fasilitas kesehatan yang ada. Ia melihat urgensi besar untuk melakukan renovasi total atau pemindahan lokasi (relokasi) ke tempat yang lebih representatif.

“Kita tidak ingin pelayanan kesehatan justru menimbulkan masalah baru, seperti kemacetan atau risiko kecelakaan bagi pasien yang antre di pinggir jalan. Pemerintah perlu mencari lahan baru yang lebih luas agar parkir dan ruang tunggu pasien memadai,” lanjutnya.

Politisi PKB ini berharap Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan segera melakukan kajian teknis. Menurutnya, pemetaan lahan di sekitar wilayah tersebut harus menjadi prioritas dalam rencana anggaran mendatang. DPRD siap mengawal proses penganggaran asalkan rencana tersebut berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

Selain masalah infrastruktur, Komisi III juga menyoroti manajemen antrean. Selama proses relokasi belum berjalan, Puskesmas diharapkan menerapkan sistem digital yang lebih efektif. Langkah ini bertujuan untuk memecah penumpukan massa di jam-jam tertentu.

“Harapan kami, masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan yang manusiawi. Pelayanan yang prima kan dimulai dari fasilitas yang memadai,” pungkasnya. (san)