Jumlah UMKM Balikpapan Tembus 93 Ribu

Balikpapan – Dinas Koperasi, UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan mencatat 93 ribu UMKM aktif hingga Nopember 2025. Hal itu menunjukkan daya tahan ekonomi warga Balikpapan yang tergolong kuat. Meski anggaran pemerintah pusat justru menurun ternyata semangat wirausaha masyarakat tetap meningkat.

Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia Kesuma menjelaskan dari data itu, 87 ribu di antaranya merupakan usaha mikro. Sementara sisanya termasuk kategori kecil dan menengah. Data tersebut menegaskan gairah wirausaha masyarakat Balikpapan tidak surut. Meski tantangan ekonomi nasional meningkat akibat pengetatan fiskal dari pemerintah pusat. Kondisi ini mencerminkan optimisme masyarakat dalam menciptakan lapangan kerja baru dan menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pertumbuhan jumlah UMKM menunjukkan tingginya semangat masyarakat Balikpapan untuk terus berusaha. Jadi kita lihat bersama secara nasional ada tekanan akibat penurunan anggaran dari pusat,” ujarnya, Senin (10/11).

Heru mengatakan, lonjakan jumlah pelaku usaha mikro menjadi bukti nyata masyarakat tidak menyerah pada situasi ekonomi global maupun nasional. Banyak warga justru memilih beradaptasi dengan membuka usaha rumahan, kuliner, jasa hingga usaha berbasis digital. Tren ini tentu menggembirakan dan menjadi sinyal positif bagi pemerintah.

“Kami melihat tren positif ekonomi lokal. Mulai dari sektor kuliner, fashion lokal dan ekonomi digital. Masyarakat semakin kreatif dalam mencari peluang. Di situ pemerintah harus hadir memberikan fasilitas agar mereka berkembang,” jelasnya.

Menurut Heru, pemerintah kota tidak akan tinggal diam dalam mendukung geliat UMKM. DKUMKMP terus memperkuat program pendampingan, pelatihan manajemen usaha serta perluasan akses permodalan bagi pelaku UMKM yang baru memulai maupun yang ingin naik kelas.

“Pendampingan kami lakukan dari hulu ke hilir. Mulai dari pembentukan usaha, pengurusan legalitas, hingga strategi pemasaran digital. Kami ingin pelaku UMKM memiliki daya saing kuat dan bisa tembus pasar lebih luas,” tuturnya lagi.

Heru menambahkan, penguatan UMKM menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Balikpapan di tengah berbagai tantangan. Sektor ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja secara signifikan dan mendistribusikan pendapatan ke lapisan masyarakat bawah.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Karena itu, kami fokus membangun ekosistem yang sehat agar pelaku usaha bisa tumbuh bersama dan berkontribusi nyata bagi Balikpapan,” tambahnya. (ibn)